IHSG Hari Ini Menguat Tajam di Tengah Gejolak Global
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – IHSG ditutup menguat, hari ini (3/9), menunjukkan sentimen investor kembali positif di tengah dinamika pasar global dan domestik.
Dari eksternal, perlambatan lapangan kerja swasta AS memberi harapan terhadap pelonggaran kebijakan The Fed, sementara dari dalam negeri, stabilitas ekonomi dan prospek kebijakan turut menopang minat beli.
Namun, penguatan tetap perlu dicermati karena risiko geopolitik dan volatilitas pasar global masih tinggi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/9) sore, ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.667,89 ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,90 poin atau 1,67 persen ke posisi 662,77.
“Sentimen eksternal dan internal menopang menguatnya IHSG,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Nico mengatakan laporan pekerjaan sektor swasta Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sentimen positif, yaitu data ADP Employment Change turun dari sebelumnya 46.000 menjadi 38.000.
"Data itu menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja swasta AS melambat pada bulan Agustus 2026," ujar Nico.
Selain itu, Nico menyebut komentar Presiden Federal Reserve New York, John Williams, mengindikasikan tidak adanya kebutuhan mendesak untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut ke depan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan AS yang diperbarui terhadap Iran kemungkinan akan berumur pendek, sehingga meredakan kekhawatiran atas konflik di kawasan Timur Tengah yang berkepanjangan.Kemudian, harga minyak yang lebih rendah memberikan sedikit kelegaan atas inflasi dan tekanan biaya energi.
Dari kawasan Asia, Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global S&P Jepang naik menjadi 52,5 pada Agustus 2026, dan Indeks Manajer Umum Sektor Jasa China RatingDog naik menjadi 51,4 pada Agustus 2026 dari sebelumnya 50,4 pada Juli 2026.
"Baik Jepang maupun China, peningkatan aktivitas tersebut didukung oleh permintaan domestik yang lebih kuat," ujar Nico.
Dari dalam negeri, Nico menilai pelaku pasar tampaknya merespon positif setelah pelantikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, yang menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral dan berjanji untuk menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi sambil mempromosikan stabilitas dan mendukung pertumbuhan.
“Respon pasar tersebut seiring berjalan lancarnya dalam proses transisi kepemimpinan di BI sehingga pelantikan tersebut sebagai sinyal akan keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral,” ujar Nico.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!