Arah Moneter Jelas, IHSG Hari Ini Kembali Menguat
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan respons positif pasar terhadap kepastian arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Kejelasan tersebut dapat memperkuat kepercayaan investor dan meredam ketidakpastian, meski sentimen global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/9) sore, ditutup menguat 97,87 poin atau 1,56 persen ke posisi 6.374,91 seiring kebijakan Bank Indonesia (BI) dinilai memberikan kepastian terhadap arah moneter domestik.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,57 poin atau 1,21 persen ke posisi 633,18.
"Menurut saya, penguatan signifikan IHSG pada sesi II terutama didorong oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen," ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta saat dihubungi di Jakarta.
Menurut Nafan, keputusan tersebut memberikan kepastian bagi pelaku pasar sekaligus meredakan kekhawatiran terkait arah kebijakan moneter domestik, terutama di tengah tekanan terhadap kurs Rupiah dan kenaikan yield global.
"Setelah keputusan BI diumumkan, saham-saham perbankan besar langsung merespons positif sehingga menjadi salah satu katalis utama penguatan IHSG," ujar Nafan.
Selain itu, Nafan menyebut sentimen positif dari Bursa global serta rebound saham-saham berbasis komoditas turut membantu memperkuat risk appetite investor setelah IHSG terkoreksi cukup dalam 1,69 persen pada perdagangan hari sebelumnya.
"Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh kombinasi sektor keuangan, barang baku, energi, serta konsumer siklikal," ujar Nafan.
Sebelum keputusan BI, Nafan menyebut sektor barang baku telah menjadi salah satu motor penguatan, sementara saham-saham komoditas juga mencatatkan penguatan signifikan.
Namun demikian, setelah BI Rate dipertahankan, perhatian pasar beralih lebih kuat kepada sektor perbankan karena stabilitas suku bunga dapat memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap biaya dana, kualitas aset dan prospek margin bunga bersih bank.
"Dengan bobot kapitalisasi yang besar, penguatan big banks tersebut memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap kenaikan IHSG," ujar Nafan.
Untuk sisa September 2026, Nafan melihat IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound, tetapi volatilitas tetap perlu diwaspadai.
Namun demikian, menurutnya penguatan pada hari ini masih perlu dikonfirmasi dengan kemampuan indeks bertahan di atas area support dan kembali menguji resistance terdekat.
Secara fundamental, Ia menilai keputusan BI menjaga BI Rate 5,75 persen dapat menjadi katalis positif jangka pendek, namun pasar masih menghadapi sejumlah risiko eksternal seperti pergerakan yield US Treasury, arah kebijakan The Fed, fluktuasi Rupiah, harga minyak, serta arus dana asing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!