Iran Balas Serangan AS, Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah Jadi Sasaran
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 19:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SGencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran kemudian runtuh setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.
Sebelum perang, selat strategis tersebut menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Insiden di Selat Hormuz terus berlanjut. Pada Rabu, Garda Revolusi Iran mengatakan dua kapal tanker minyak terbakar setelah menabrak ranjau "atas desakan militer AS untuk melintas melalui jalur ilegal".
Trump kembali memperingatkan Iran melalui platform Truth Social pada Selasa bahwa jika Teheran membalas serangan AS, Washington akan kembali melancarkan serangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka akan dihantam lagi pada tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi, tetapi itu bukanlah serangan terbesar dari semuanya," tulis Trump.
"Hampir tidak akan ada yang tersisa dari Republik Islam Iran!" lanjutnya.
Di tengah kebuntuan diplomatik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa bersumpah akan menandingi setiap langkah AS untuk kembali ke kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pezeshkian juga memperingatkan bahwa kembalinya AS pada "kebijakan tekanan dan ancaman" dapat menggagalkan jalur diplomasi.
Eskalasi serangan antara kedua negara kini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah, sekaligus mengancam stabilitas jalur energi global yang bergantung pada Selat Hormuz.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!