Iran Balas Serangan AS, Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah Jadi Sasaran
Rabu, 02 Sep 2026, 19:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIRNA melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan rudal di Provinsi Khuzestan, Iran bagian selatan.
IRGC juga mengatakan empat anggota pasukan udaranya tewas dalam serangan AS di Provinsi Kermanshah, Iran bagian barat. Sementara itu, tiga anggota pasukan paramiliter dilaporkan tewas dalam serangan di Pulau Lavan, Teluk Persia.
Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran mengatakan pihaknya melancarkan "serangan rudal dan drone terkoordinasi terhadap pangkalan AS di Erbil".
Menurut pernyataan yang dimuat kantor berita negara IRNA, serangan tersebut menghancurkan pusat perawatan, gudang, serta "sistem panduan aerostat pengawasan AS".
Seorang jurnalis AFP melaporkan mendengar sejumlah ledakan di sekitar Bandara Erbil, yang menjadi salah satu lokasi persinggahan pasukan koalisi.
Garda Revolusi juga mengumumkan serangan rudal balistik terhadap kamp pelatihan Marinir AS di Yordania, di kawasan Teluk Aqaba yang berada dekat perbatasan Israel dan Arab Saudi, menurut kantor berita Iran Tasnim.
Di kawasan Teluk yang kaya minyak, sirene serangan udara terdengar di Bahrain dan Kuwait.
Pihak berwenang Kuwait mengatakan sebuah drone Iran memicu kebakaran di sebuah kompleks perumahan. Kebakaran berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Trump Kembali Peringatkan
Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebi, memperingatkan melalui platform X bahwa Washington "akan menyesali serangan barunya".
Ia juga mengatakan "hukuman berat menanti para penyerang".
Perang di Timur Tengah tersebut dimulai pada akhir Februari setelah serangan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran kemudian runtuh setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.
Sebelum perang, selat strategis tersebut menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Insiden di Selat Hormuz terus berlanjut. Pada Rabu, Garda Revolusi Iran mengatakan dua kapal tanker minyak terbakar setelah menabrak ranjau "atas desakan militer AS untuk melintas melalui jalur ilegal".
Trump kembali memperingatkan Iran melalui platform Truth Social pada Selasa bahwa jika Teheran membalas serangan AS, Washington akan kembali melancarkan serangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!