Grab Ventures Velocity Batch 9 Pilih Lima Startup untuk Kembangkan Solusi Berbasis AI
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 20:05 WIB | Oleh: Haryo BronoKolaborasi tersebut mencakup akses terhadap ekosistem perbankan digital, jaringan, keahlian, serta peluang pendanaan yang dapat mendukung pengembangan bisnis startup.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, dukungan terhadap startup merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi dan memperluas akses terhadap layanan keuangan.
“Empat tahun lalu, Superbank juga memulai perjalanan dengan semangat yang tidak jauh berbeda dengan para startup hari ini: membangun sesuatu yang baru dengan purpose yang kuat, yaitu membuka akses layanan keuangan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat underbanked,” kata Tigor.
Superbank telah mendukung GVV sejak Batch 8. Pada Batch 9, kerja sama tersebut diperluas melalui pelaksanaan uji coba (pilot project) pertama antara Superbank dan salah satu startup peserta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari 85 Persen Alumni Masih Beroperasi
Selain memberikan ruang bagi startup baru, GVV juga menyoroti keberlanjutan bisnis para alumni program tersebut. Sejak diluncurkan pada 2018, GVV disebut telah menerima lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni. Dari jumlah tersebut, lebih dari 85 persen disebut masih menjalankan bisnis hingga saat ini.
Perjalanan para alumni bervariasi, mulai dari mendapatkan pendanaan lanjutan dan memperluas skala bisnis hingga melakukan perubahan model usaha (pivot) untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan GVV untuk melihat keberlanjutan program akselerasinya di tengah tingginya tingkat kegagalan startup secara global.
Pada Batch 9, fokus program diarahkan pada pemanfaatan AI untuk membantu startup beradaptasi dengan perubahan industri yang berlangsung cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkembangan teknologi AI di Indonesia sendiri terus meningkat. Berdasarkan data yang dikutip dalam materi GVV dari Google, terdapat lebih dari 45 startup AI di Indonesia. Namun, porsi pendanaan startup AI Indonesia disebut masih sekitar 4 persen dari total pendanaan AI di kawasan ASEAN-10. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang bagi startup Indonesia untuk mengembangkan solusi AI sekaligus memperbesar akses terhadap modal dan jaringan bisnis.
Melalui Batch 9, Grab berharap kolaborasi antara startup dan ekosistem perusahaan dapat menghasilkan solusi yang dapat diuji secara langsung dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar.
Program GVV Batch 9 juga menjadi bagian dari rangkaian inisiatif Grab Bersinergi dalam momentum Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui program tersebut, Grab menempatkan pengembangan teknologi dan kolaborasi startup sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!