KH Abdul Hakim Mahfudz, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Senin, 31 Agu 2026, 15:42 WIB | Oleh: SujarDi bidang bisnis, Gus Kikin mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya dan kemudian memperluas usahanya ke Jakarta pada tahun 2000.
Sejumlah catatan menyebut Gus Kikin mengendalikan berbagai perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, antara lain transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas seperti pinang dan minyak atsiri, serta media penyiaran melalui PT Bama Berita Sarana (BBS Group).
Di sektor energi, ia mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi. Pengalaman di dunia usaha juga mengantarkan Gus Kikin aktif dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Pengalaman sebagai pengusaha berskala nasional tersebut menjadi salah satu modal manajerial Gus Kikin dalam menjalankan kiprah organisasinya, termasuk dalam mendorong penguatan dan kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.
Kiprah di PBNU
Malang melintang di dunia bisnis, Gus Kikin tetap tidak meninggalkan identitasnya sebagai santri dan mengabdikan diri di organisasi Nahdlatul Ulama. Dalam Muktamar NU 2022, ia dipercaya menjadi salah satu Ketua PBNU yang membidangi sektor ekonomi.
Selanjutnya, Gus Kikin dipercaya menjadi Ketua PWNU Jawa Timur secara definitif menggantikan KH Marzuqi Mustamar. Ia kemudian terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur untuk periode 2024-2029.
Kini, dalam Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Tambakberas, Jombang, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Dengan amanah tersebut, Gus Kikin akan memimpin PBNU untuk masa khidmah lima tahun ke depan.
Dengan segudang pengalaman di bidang bisnis serta kultural NU yang lekat dalam dirinya, Gus Kikin diharapkan membawa wajah baru di PBNU bersama Rais Aam Miftachul Akhyar. Utamanya dalam membawa kemandirian ekonomi yang menjadi salah satu nafas perjuangan keagamaan dan sosial PBNU.
Pesan
Sejak ditetapkan sebagai Ketum PBNU baru, Gus Kikin mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk kembali merapatkan barisan dan menjaga kebersamaan setelah rangkaian dinamika yang terjadi selama pelaksanaan muktamar.
Ia juga menegaskan bahwa NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, bukan organisasi untuk berpolitik. Menurut dia, NU memiliki pijakan keagamaan dan organisasi sebagai kompas dalam menjalankan roda organisasi.
"NU itu bukan untuk berpolitik. NU itu adalah organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan," kata Gus Kikin menegaskan.
Menurut Gus Kikin, hubungan NU dengan politik merupakan dua hal yang berbeda. Sementara dalam hubungan dengan pemerintah, NU akan tetap memberikan dukungan sesuai dengan kewajiban umat Islam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!