Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mayoritas Warga Islandia Ogah Gabung dengan Uni Eropa

📅 Senin, 31 Agu 2026, 16:16 WIB | Oleh:
Mayoritas Warga Islandia Ogah Gabung dengan Uni Eropa Doc: AFP

BERLIN - Masyarakat Islandia telah menolak wacana untuk membuka kembali perundingan keanggotaan Uni Eropa (EU), demikian laporan penyiar publik Islandia RUV pada Minggu (30/8) mengutip hasil referendum yang penghitungannya hampir selesai.

Penghitungan suara referendum telah selesai di semua daerah pemilihan (dapil) kecuali daerah pemilihan Barat Daya, kata RUV yang turut menyimpulkan bahwa dari dapil tersebut "tampaknya tak akan terkumpul suara dukungan yang cukup untuk melampaui suara yang menolak".

"Atas dasar itu, telah jelas bahwa Islandia memutuskan menolak dimulainya kembali proses dialog untuk aksesi ke Uni Eropa," menurut RUV.

Persentase sementara yang disiarkan televisi nasional Islandia itu menunjukkan 52,5 persen pemilih menolak perundingan keanggotaan EU, dengan hanya 47,5 persen suara mendukung, tak termasuk dapil terakhir yang belum selesai melakukan penghitungan suara.

Secara nasional, 99.037 suara memilih "tidak", sementara 89.459 memilih "ya", sehingga terdapat selisih 9.578 suara.

Diketahui terdapat 32.000 surat suara yang masih harus dihitung di dapil Barat Daya.

Agar opsi "ya" menang dalam referendum, setidaknya 65 persen dari suara yang belum dihitung, atau 57 persen lebih dari total jumlah suara di dapil Barat Daya harus memilih "ya".

RUV menilai kemungkinan itu sangat kecil tercapai.

Adapun masyarakat Islandia pada Sabtu (29/8) berpartisipasi dalam referendum yang amat ketat untuk menentukan apakah negaranya perlu memulai kembali proses aksesi ke EU setelah dialognya dibekukan selama lebih dari 10 tahun.
Referendum tersebut bukan untuk menentukan keanggotaan Islandia di EU.

Jika opsi "ya" menang, pemerintah Islandia akan mendapat mandat untuk memulai kembali perundingan keanggotaan EU yang sudah ditangguhkan selama satu dasawarsa lebih.

Meski demikian, jika perundingan berhasil mencapai kesepakatan aksesi Islandia ke EU, keanggotaannya tetap memerlukan referendum kedua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
PETI Kembali Dibuka di Goro...
Ekonomi
Penerapan Kenaikan Tarif An...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.