Jakarta Timur Bersih-Bersih Kali dan Saluran Air, Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan
📅 Senin, 31 Agu 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) terus menggencarkan kegiatan bersih-bersih kali hingga saluran air di wilayah setempat untuk mengantisipasi risiko banjir sekaligus menjaga kebersihan aliran sungai.
"Jadi, tujuan untuk membersihkan Kali Baru ini, kita fokus bukan lumpurnya, tapi sampahnya, karena musim kemarau, kali itu airnya sedikit, jadi terlihat sampahnya begitu banyak, karena kanan-kiri di sini masih bangunan rumah," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Senin (31/8).
Dia menyebutkan sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan sampah di Kali Baru, Jatinegara. Kegiatan menyisir aliran Kali Baru sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer itu dimulai dari kawasan Jalan MT Haryono hingga flyover Kampung Melayu.
Kegiatan pembersihan itu melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur, jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI/Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, dan pasukan pelangi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pasukan pelangi yang diterjunkan itu terdiri dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.
Menurut Munjirin, kepadatan permukiman yang berada di sisi kanan dan kiri Kali Baru merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan sampah mudah terlihat menumpuk dan menggenangi aliran kali.
Untuk memudahkan penanganan sampah-sampah tersebut, pembersihan Kali Baru sepanjang sekitar 2,5 kilometer itu dibagi menjadi empat segmen.
Segmen pertama mencakup aliran dari Jalan MCD Jalan Otista hingga Jalan Otista 3. Selanjutnya, segmen kedua membentang dari Jalan Otista 3 hingga flyover Kampung Melayu.
Kemudian, segmen ketiga meliputi aliran dari flyover Kampung Melayu hingga Jalan Bekasi Barat, sedangkan segmen keempat mencakup Jalan Bekasi Barat hingga rel kereta api atau kawasan Stasiun Jatinegara.
"Warga yang tinggal di sekitar Kali Baru diimbau untuk tidak lagi membuang sampah ke dalam kali karena kebiasaan tersebut dapat merusak lingkungan dan meningkatkan risiko terjadinya banjir ketika curah hujan mulai meningkat," tegas Munjirin.
Imbauan tersebut sesuai Instruksi Gubernur DKI Nomor 5 Tahun 2026 tentang pilah sampah yang harus dikerjakan bersama.
Grebek Saluran
Kegiatan serupa juga dilakukan di wilayah lain sebagai bagian dari upaya mengantisipasi genangan menjelang musim hujan, yaitu di Jalan Raya Pondok Ranggon, Pondok Ranggon, Cipayung melalui kegiatan "Grebek Saluran".
Kegiatan tersebut difokuskan pada saluran air di Jalan Raya Pondok Ranggon, RT 06/RW 02, dengan panjang saluran sekitar 200 meter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!