Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Sayap Garuda Pengawal Indonesia: Ikhtiar Suci NU dan Muhammadiyah Menjaga Ibu Pertiwi

📅 Senin, 31 Agu 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Dua Sayap Garuda Pengawal Indonesia: Ikhtiar Suci NU dan Muhammadiyah Menjaga Ibu Pertiwi Doc: Antara Jatim/Syaiful Arif
Ket. Ilustrasi. Muhammadiyah membuka pos kesehatan di Jalan Raya KH Wahab Chasbullah, Desa Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur, ketika berlangsungnya Muktamar Ke-35 NU.

BONDOWOSO -

Terpilihnya K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais 'Aam dan K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 dalam Muktamar Ke-35 NU menjadi momentum penguatan ukhuwah bersama Muhammadiyah, Senin (31/8). 

Sinergi dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar ini ibarat dua sayap Garuda yang siap mengantarkan rakyat Indonesia menuju cita-cita kemaslahatan bangsa dan Indonesia Emas 2045.

Presiden Prabowo Subianto, saat pembukaan muktamar yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, itu beberapa kali menyebut Muhammadiyah bersanding dengan NU.

NU dan Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan Islam besar yang dalam beberapa hal berbeda, termasuk dalam praktik beragama.

Untuk konteks pemikiran, keduanya "dibelah" dalam dikotomi Islam modernis untuk Muhammadiyah dan Islam tradisional atau kaum sarungan untuk NU.

Dalam perkembangannya, perbedaan warna itu semakin mengabur, karena keduanya menuju pada kecenderungan yang modernis. Banyak tokoh NU yang kemudian tampil sebagai sosok pemikir modernis Islam.

Semua kiprah yang menunjukkan keterbelahan dan kemudian menuju pada kebersatuan menjadi bagian penting dari kiprah organisasi keagamaan tersebut pada perjalanan sejarah bangsa.

NU dan Muhammadiyah adalah dua sisi dari sayap Garuda untuk terbang mengantarkan rakyat menuju gerbang kesejahteraan.

NU-Muhammadiyah telah menorehkan kiprah panjang dengan mengambil posisi di kiri dan kanan atau di depan dan belakang untuk menuju tujuan yang sama, mengantarkan Indonesia menuju cita-cita ideal sebagai bangsa.

Dari sisi kiprah nyata, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan formal, demikian juga dengan NU yang basis kiprahnya lebih terlihat dalam bentuk pesantren. Kontribusi itu, tentu di luar kiprah lain di bidang ekonomi, politik dan sosial yang diperankan keduanya.

Sebagai bukti bahwa kiprah keduanya semakin padu, NU juga merambahkan perannya dalam pengembangan pendidikan formal, termasuk di ranah perguruan tinggi. Sebaliknya, Muhammadiyah juga mulai menerima model pendidikan NU dengan mendirikan pondok pesantren.

Dari contoh semakin mendekatnya kedua organisasi itu dalam dunia pendidikan, muncul ungkapan bernada satir namun menyejukkan, yakni NU semakin me-Muhammadiyah dan Muhammadiyah semakin meng-NU.

Semuanya diikhtiarkan untuk menjaga keberlanjutan bangsa dan negara bernama Indonesia yang semakin damai dan sejahtera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Daerah
Balai Besar TNBTS: Gunung S...
Megapolitan
KAI Commuter: Stasiun Karet...
Advertisement
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Bergerak ke Timur-Tenggara

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Bergerak ke Timur-Tenggara

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.