DPR Dorong Percepatan Rekonstruksi Desa Adat Sade
📅 Senin, 31 Agu 2026, 17:18 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA — Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, mendorong rekonstruksi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dipercepat. Politisi Partai Golkar itu bahkan meminta dalam waktu enam bulan desa tradisional itu sudah bisa berdiri lagi.
“Yang paling penting adalah segera dilakukan rekonstruksi,” ujar dia di Jakarta, Senin (31/8). “Diusahakan tidak sampai enam bulan sudah bisa berdiri lagi sehingga semua kegiatan bisa berjalan dengan baik.”
Desa Adat Sade merupakan dusun tradisional Suku Sasak yang terkenal teguh menjaga adat leluhur. Salah satu desa adat tertua di Pulau Lombok itu menjadi destinasi populer bagi turis lokal maupun mancanegara.
Pada 22 Agustus 2026 malam, kebakaran besar melanda Desa Adat Sade. Sekitar 150 rumah di kawasan tersebut hangus terbakar dan lebih 300 warga terdampak insiden tersebut.
Singgih menegaskan rekonstruksi harus tetap mempertahankan karakter dan konsep tradisional Desa Adat Sade yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut dia, pembangunan kembali perlu mengacu pada konsep awal dengan melibatkan masyarakat adat dalam setiap tahapannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Harapannya nanti, sesuai yang disampaikan kepala dusun, desa ini dibangun lagi sesuai dengan konsep awal,” ucap dia. “Ini kan turun-temurun, sehingga semua bahan bangunannya akan disesuaikan dengan kondisi semula.”
Meski begitu, Singgih mengingatkan agar aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam proses rekonstruksi. Evaluasi terhadap sistem mitigasi kebakaran perlu dilakukan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat.
Menurut dia, karakter bangunan tradisional di Desa Adat Sade sebagian besarmenggunakan material mudah terbakar. Sehingga hal itu harus harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang memadai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penataan instalasi listrik serta penggunaan sumber api juga perlu diperbaiki guna mengurangi risiko kebakaran. Karena itu, legislator Fraksi Partai Golkar itu meminta meminta aspek mitigasi menjadi bagian integral dari perencanaan rekonstruksi.
Penataan kelistrikan, pencahayaan, hingga penggunaan peralatan memasak perlu dibahas secara menyeluruh. Namun, itu harus dilakukan tanpa menghilangkan karakter tradisional Desa Adat Sade.
“Mitigasi ke depan harus dibahas semuanya dan bangunannya memang akan dikembalikan seperti awal,” kata dia. “Namun soal listrik dan penggunaan minyak atau kompor juga harus dipikirkan karena bahan bangunannya mudah terbakar.”
Selain pemulihan fisik, Singgih menilai pemulihan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari penanganan pascakebakaran. Sejumlah tempat usaha warga turut terdampak, sehingga diperlukan dukungan agar aktivitas ekonomi dapat segera kembali berjalan.
Karena itu, Singgih mendorong keterlibatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberikan bantuan produktif kepada masyarakat yang kehilangan tempat usaha. Diharapkan proses pembangunan kembali dapat segera dilakukan agar masyarakat kembali beraktivitas dan perekonomian kawasan pulih.
“Banyak usaha yang terdampak dan beberapa tempat usaha juga terbakar,” ucap dia. “Insyaallah kita akan melibatkan Baznas supaya memberikan bantuan-bantuan yang produktif agar ekonomi berjalan lagi.” ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!