Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Perketat Pengawasan Daerah Rawan Bencana saat Puncak Musim Hujan

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 13:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Perketat Pengawasan Daerah Rawan Bencana saat Puncak Musim Hujan Doc: ANTARA
Ket. Petugas darat dan pilot bersiap melakukan penyemaian garam (NaCl) saat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (22/9/2026). 

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperketat pengawasan dan mengimbau kewaspadaan tinggi di sejumlah daerah rawan bencana hidro-meteorologi basah, saat memasuki puncak musim hujan pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9), memaparkan porsi puncak musim hujan akan terkonsentrasi rapat pada tiga bulan tersebut, dengan durasi musim yang cenderung lebih singkat dari normalnya.

"Meskipun durasi musim hujannya relatif pendek, curah hujan akumulasinya umumnya normal. Nah ini yang perlu diwaspadai. Jadi, bisa saja hujan nanti jatuh secara intens di bulan-bulan tersebut dan untuk wilayah-wilayah yang secara historikal terjadi bencana hidro-meteorologi basah, itu perlu diwaspadai," kata dia.

Andri merinci sebaran puncak musim hujan diawali pada Desember 2026 di 155 Zona Musim (ZOM) meliputi sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi bagian utara.

Selanjutnya pada Januari 2027, puncak hujan bergeser ke 162 ZOM yang mencakup hampir seluruh Pulau Jawa, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan bagian barat, hingga sebagian besar Papua.

Sementara pada Februari 2027, sebanyak 140 ZOM diperkirakan mengalami puncak musim hujan, terkonsentrasi di Sulawesi bagian tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua bagian selatan.

Andri menambahkan, ancaman bencana banjir dan tanah longsor berpotensi tinggi melanda daerah topografi curam dan wilayah rawan historis, seperti sepanjang Pulau Jawa (khususnya Jawa Barat dan Jawa Timur), Bali, Nusa Tenggara, pesisir barat Sumatera, Sumatra Utara, dan Aceh.

"Indikasi pergerakan indeks Dipole Mode ke arah positif di Samudra Hindia juga terus kami pantau ketat, karena dapat menambah intensitas curah hujan terutama untuk wilayah Sumatera," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.