Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Delegasi AS dan Tiongkok Bahas Keamanan AI

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Delegasi AS dan Tiongkok Bahas Keamanan AI Doc: X @SecScottBessent
Ket. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng.

NEW YORK - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng melakukan perundingan tingkat tinggi di New York, Minggu (20/9). Mereka membahas isu keamanan kecerdasan artifisial (AI), mineral kritis, dan perdagangan.

“Pembicaraan tersebut membantu menciptakan pondasi untuk Presiden Donald Trump dalam memajukan kepentingan ekonomi AS dan membawa hasil nyata bagi rakyat AS,” kata Bessent di platform X.

Pembicaraan tersebut juga dalam rangka dialog kerja sama ekonomi menjelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Washington, AS.

Setibanya di markas JPMorgan Chase di Manhattan, Bessent berharap dialog berlangsung fokus, menyeluruh, dan konstruktif, terlebih didampingi Wakil Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer dalam perundingan tersebut.

Pembicaraan bermula dengan dialog antara seluruh anggota delegasi dari kedua negara sebelum para menteri melanjutkan pembicaraan secara empat mata, kata laporan Fox Business.

Para perunding disebut berupaya mencapai kesamaan pandangan terkait AI dan pasokan tanah jarang untuk membantu Trump menentukan keputusannya menjelang pertemuannya dengan Xi di Gedung Putih.

Menurut Fox Business, AS juga berupaya menekan Tiongkok dalam hal kepatuhan perdagangan, khususnya pada pemenuhan komitmen pembelian komoditas pertanian serta penanganan isu terkait aliran ekspor mineral kritis.

Mekanisme Dialog

AS dan Tiongkok kata Bessent telah sepakat untuk membentuk mekanisme guna membahas isu-isu terkait pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Bessent menyampaikan pernyataan tersebut usai pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York, Minggu (20/9), menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington yang dijadwalkan akhir pekan ini serta pembicaraannya dengan Presiden AS Donald Trump.

“Hal terpenting adalah memulai pembicaraan, jadi kami telah membentuk Dialog AI. Kami kemungkinan akan bertemu lagi dalam dua bulan,” kata Bessent dalam wawancara dengan Financial Times yang diterbitkan pada Senin.

AS bertujuan untuk mengelola risiko yang terkait dengan pengembangan AI, khususnya mengenai agen AI yang tidak terkendali dan ancaman siber dari aktor non-negara, kata Bessent.

Washington juga menaruh perhatian pada potensi penggunaan AI untuk menciptakan senjata biologi. Sedangkan, Tiongkok lebih fokus pada pengendalian teknologi AI itu sendiri, ungkap seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya kepada surat kabar tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Trump Desak Penggantian Zelenskyy

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Trump Desak Penggantian Zel...
Luar Negeri
Pengadilan Bebaskan Para Pe...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.