Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Kanker Makin Sering Menyerang Orang Muda?

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 07:17 WIB | Oleh:
Mengapa Kanker Makin Sering Menyerang Orang Muda? Doc: Institut Kanker Nasional ( NCI ) AS.
Ket. Deskripsi Sel kanker dalam kultur dari jaringan ikat manusia.

KANKER selama ini identik dengan pertambahan usia. Semakin lama seseorang hidup, semakin panjang pula waktu yang tersedia bagi kerusakan sel dan perubahan genetik untuk terakumulasi, sehingga risiko terbentuknya kanker meningkat. Namun dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah jenis kanker justru semakin sering ditemukan pada orang yang secara usia masih relatif muda.

Fenomena tersebut mendorong para ilmuwan mencari penjelasan yang tidak hanya berkaitan dengan faktor keturunan atau perubahan gaya hidup. Salah satu kemungkinan yang kini mendapat perhatian adalah penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat daripada usia kronologis seseorang.

Penelitian yang dipimpin ilmuwan dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Amerika Serikat, menemukan hubungan antara percepatan penuaan biologis dan meningkatnya risiko kanker onset dini. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine pada 22 Juni 2026.

Dalam penelitian itu, kanker onset dini didefinisikan sebagai kanker yang didiagnosis pada usia 55 tahun atau lebih muda. Para peneliti menganalisis data 154.169 orang dari UK Biobank dan memvalidasi sebagian temuannya menggunakan data 10.262 peserta dari program All of Us Research Program di Amerika Serikat.

Hasilnya menunjukkan adanya pola yang menarik: generasi yang lahir lebih baru cenderung memiliki indikator penuaan biologis yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya ketika dibandingkan pada usia kronologis yang sama. Semakin besar kesenjangan antara usia biologis dan usia kronologis, semakin tinggi pula risiko kanker onset dini yang ditemukan dalam analisis tersebut.

Usia 40 Tahun, tetapi Tubuh Bisa Lebih “Tua”

Usia kronologis adalah ukuran yang paling mudah dipahami. Jika seseorang berusia 40 tahun, berarti sudah 40 tahun sejak ia lahir. Namun tubuh manusia tidak selalu menua dengan kecepatan yang sama dengan angka tersebut.

Dua orang yang sama-sama berusia 40 tahun dapat memiliki kondisi biologis yang berbeda. Salah satunya mungkin memiliki indikator metabolisme, fungsi organ, peradangan, dan sistem tubuh lain yang relatif lebih menyerupai profil orang berusia lebih muda. Orang lainnya dapat memiliki sejumlah indikator yang menunjukkan proses penuaan biologis lebih maju. Konsep inilah yang disebut usia biologis.

Dalam penelitian terbaru tersebut, para ilmuwan tidak sekadar menanyakan usia peserta, tetapi menggunakan sejumlah penanda biologis untuk memperkirakan seberapa “tua” tubuh seseorang dibandingkan usia sebenarnya.

Salah satu metode yang digunakan adalah PhenoAge, yang memanfaatkan berbagai parameter biokimia dalam darah. Metode tersebut antara lain memperhitungkan sembilan penanda yang berkaitan dengan proses penuaan, termasuk albumin dan kreatinin.

Para peneliti juga menggunakan metode Klemera-Doubal serta skor penuaan berbasis metabolomik untuk melihat apakah pola yang ditemukan tetap konsisten dengan pendekatan pengukuran yang berbeda. Dengan pendekatan tersebut, peneliti dapat menghitung apa yang disebut age gap, yakni kesenjangan antara usia biologis dan usia kronologis.

Jika usia biologis seseorang lebih tinggi daripada usia kronologisnya, berarti tubuhnya menunjukkan profil biologis yang lebih tua daripada yang diperkirakan berdasarkan usianya. Konsep ini penting karena penuaan bukan hanya persoalan munculnya keriput atau berkurangnya kemampuan fisik. Di tingkat biologis, penuaan melibatkan perubahan yang jauh lebih luas, mulai dari metabolisme, sistem kekebalan tubuh, fungsi jaringan, hingga perubahan pada berbagai organ.

Penuaan Biologis Lebih Cepat

Para peneliti kemudian membandingkan kelompok kelahiran yang berbeda untuk melihat apakah terdapat perubahan pola penuaan biologis antargenerasi. Di UK Biobank, peserta yang lahir pada 1965–1974 memiliki ukuran PhenoAge-defined age gap sekitar 23 persen lebih tinggi dalam satuan deviasi standar dibandingkan mereka yang lahir pada 1950–1954, setelah memperhitungkan usia kronologis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Kabut Asap Kebakaran Hutan ...

Waduk Wonorejo Alami Penyusutan Air

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Waduk Wonorejo Alami Penyus...
Daerah
Semarak Peringatan Hari Mus...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.