Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menuju Indonesia Emas, OJK Kejar Inklusi Keuangan 98% pada 2045

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menuju Indonesia Emas, OJK Kejar Inklusi Keuangan 98% pada 2045 Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi-Sejumlah anak membaca buku di depan tembok dengan mural tentang literasi keuangan.

BEKASI – Inklusi keuangan nasional terus menjadi salah satu fondasi penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi.

Meski demikian, tantangannya bukan lagi sekadar memperluas akses, tetapi memastikan masyarakat mampu menggunakan produk keuangan secara aman, tepat, dan produktif.

Masih adanya kesenjangan inklusi pada masyarakat perdesaan, kelompok berpendidikan rendah, serta sejumlah kelompok pekerjaan menunjukkan bahwa pemerataan akses dan penguatan literasi harus berjalan beriringan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada tahun 2045.

"Saat ini sesuai dengan amanat RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) 2005-2045, InsyaAllah harapannya di tahun 2045 inklusi keuangan Indonesia adalah 98 persen," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat menyampaikan sambutan dalam acara Hari Indonesia Menabung di Bekasi, Jumat (28/8).

Friderica, atau yang akrab disapa Kiki melaporkan bahwa pelajar dan mahasiswa masih menjadi segmen masyarakat yang memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan di bawah rata-rata nasional.

Kondisi itu membuat pelajar dan mahasiswa menjadi salah satu sasaran prioritas OJK dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

"Kalau kita melihat literasi keuangan dan inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa, ini masih di bawah standar literasi dan inklusi nasional. Maka ini adalah tugas kita semua yang ada di depan sini, dan juga para kepala daerah untuk semakin meningkatkan indeks literasi dan inklusi pelajar di Indonesia," kata dia.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat nasional yang mencapai 69,57 persen.

Sementara itu tingkat inklusi keuangannya mencapai 92,76 persen, masih di bawah angka nasional sebesar 93,61 persen.

Kiki menilai peningkatan indeks itu di kalangan pelajar penting dilakukan mengingat jumlah penduduk usia pelajar dan mahasiswa cukup besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, terdapat sekitar 88 juta penduduk usia pelajar dan mahasiswa atau setara dengan 31 persen dari total populasi Indonesia yang mencapai 287,2 juta jiwa.

Menurut dia, tingginya akses terhadap produk layanan keuangan perlu diimbangi kemampuan untuk memahami dan menggunakannya secara bijak.

Lebih lanjut, Kiki menyadari tantangan literasi keuangan bagi generasi muda saat ini semakin besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.