Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI Gaspol Uji Saham Rp1, Tapi 8 Anggota Bursa Belum Ikut Ambil Bagian

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Gaspol Uji Saham Rp1, Tapi 8 Anggota Bursa Belum Ikut Ambil Bagian Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Rencana perubahan batas minimum harga saham di BEI menjadi langkah penting untuk memperluas ruang perdagangan sekaligus memperbaiki mekanisme price discovery.

Secara lebih luas, perubahan ini dapat menjadi ujian bagi investor: apakah harga saham benar-benar mencerminkan fundamental perusahaan atau selama ini sekadar tertahan oleh batas harga minimum.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan uji coba perubahan batas minimum harga saham dari sebesar Rp50 menjadi Rp1 per saham secara umum cukup berhasil, namun masih terdapat sebanyak delapan Anggota Bursa (AB) yang belum berpartisipasi.

BEI menjadwalkan uji coba perubahan tersebut di pasar reguler dan pasar tunai serta klasifikasi baru auto rejection bersama Anggota Bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026, dengan target implementasi pada 7 September 2026.

"Secara umum cukup berhasil. Ada sekitar 8 Anggota Bursa yang belum berpartisipasi, itu akan kami follow up dalam uji coba berikutnya," ujar Jeffrey ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/8).

Jeffrey memastikan BEI akan menyesuaikan pelaksanaan uji coba dengan kesiapan seluruh Anggota Bursa, untuk memastikan seluruh Anggota Bursa siap sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara penuh atau live.

"Kita akan sesuaikan dengan kesiapan dari seluruh Anggota Bursa. Karena kita akan memastikan seluruh Anggota Bursa siap sebelum kita melakukan live (langsung). Kalau perpanjangan waktu perdagangan itu adalah kajian lain. Tidak terkait dengan harga minimum," ujar Jeffrey.

Adapun, kebijakan tersebut akan menghapus batas harga minimum saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham, sebagai upaya memberikan ruang transaksi yang lebih luas sekaligus meningkatkan proses price discovery di pasar.

“Untuk memberikan akses likuiditas dan price discovery yang lebih baik, kami akan menghapus batasan harga minimum Rp50,” kata Jeffrey.

Sebelumnya, Jeffrey mengungkapkan BEI telah melakukan diskusi dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) pada Rabu (19/08) untuk memperoleh respons dari pelaku pasar.

“Kemarin tanggal 19 Agustus sudah dilakukan diskusi dengan APEI dan AMII untuk mendapat respon dari pelaku. Diskusi dengan investor global juga kami lakukan. Detail akan sampaikan kemudian setelah menghimpun masukan dari pelaku dan juga mengukur kesiapan platform perdagangan di Anggota Bursa,” ujar Jeffrey.

Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan, perubahan batas harga minimum tersebut memungkinkan saham-saham yang saat ini berada di level Rp50 untuk diperdagangkan dalam rentang harga yang lebih luas

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Pameran filateli di Bandung

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pameran filateli di Bandung
Ekonomi
Aksesori lurik berbahan lim...

Festival Hungry Ghost di Medan

2 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Festival Hungry Ghost di Medan

Penukaran uang layak edar

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penukaran uang layak edar
Ekonomi
Jumlah studio industri anim...
Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.