Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

157 Kepala Keluarga Terdampak Bencana Banjir di Parigi Moutong

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
157 Kepala Keluarga Terdampak Bencana Banjir di Parigi Moutong Doc: Antara
Ket. Banjir menerjang empat desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong akibat luapan siar sungai yang dipicu hujan lebat mengguyur wilayah tersebut, Jumat (28/8/2026).

Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 157 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di empat desa Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

"Banjir terjadi akibat luapan air sungai dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Jumat.

Ia mengemukakan bencana hidrometeorologi Desa Laemanta dengan jumlah terdampak 34 KK, Desa Laemanta Utara 50 KK, Desa Labuan Donggulu 73 KK total 157 sedangkan Desa Peningka tidak ada warga terdampak hanya saja banjir merusak infrastruktur jembatan.

Akibatnya jenis kendaraan melintas di jalur Trans Sulawesi dibatasi, karena kondisi jembatan tidak memungkinkan dilewati kendaraan dengan muatan berat.

"Hasil asesmen tim reaksi cepat (TRC) BPBD di lapangan, banjir sudah surut dan tidak ada warga mengungsi. Warga lebih memilih bertahan di rumah, situasi terkini kendaraan masih mengantre di jalur Trans Sulawesi di Kasimbar," ujarnya.

Dilaporkan hingga Jumat (28/8) malam alat berat juga masih melakukan pembersihan material longsor di jalur Trans Sulawesi. Bencana hidrometeorologi menimbulkan enam titik longsor yang menutupi badan jalan.

"Kami masih menunggu perkembangan data dari tim di lapangan, karena ada laporan kami terima sejumlah rumah warga di Desa Labuan Donggulu mengalami rusak ringan akibat dampak banjir," ucap Rivai.

Khusus pembersihan material lumpur, kata dia, BPBD dibantu alat berat Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, bersama TNI/Polri.

Saat ini normalisasi sungai dan pembersihan drainase tersumbat lumpur serta potongan kayu menjadi kebutuhan mendesak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong sedang mengupayakan alat berat jenis ekskavator untuk kegiatan penanganan lanjutan.

"Saat ini penanganan banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara juga sedang berjalan. Kami berkomitmen menyelesaikan penanganan dampak bencana hidrometeorologi bersama relawan dan para pihak lainnya," kata dia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Pameran filateli di Bandung

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pameran filateli di Bandung

Aksesori lurik berbahan limbah kain perca

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Aksesori lurik berbahan lim...

Festival Hungry Ghost di Medan

2 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Festival Hungry Ghost di Medan

Penukaran uang layak edar

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penukaran uang layak edar
Ekonomi
Jumlah studio industri anim...
Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.