Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Reproduksi dan Pendekatan Personal Buka Harapan bagi Pejuang Kehamilan

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 22:25 WIB | Oleh:
 Teknologi Reproduksi dan Pendekatan Personal Buka Harapan bagi Pejuang Kehamilan Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.O.G, Subsp.F.E.R, M.P.H., FRANZCOG (Hons), FICRM saat memberikan pemaparan dalam media briefing mengenai program bayi tabung di Jakarta, Kamis (27/8/2026). RS Pondok Indah IVF Centre memperingati lima tahun perjalanannya dengan mencatatkan lebih dari 50.000 kunjungan dan mendampingi 1.000 pasangan dalam program IVF.

JAKARTA – RS Pondok Indah IVF Centre menandai lima tahun perjalanannya sebagai pusat layanan fertilitas dengan memperkuat teknologi reproduksi berbantu dan pendekatan medis yang disesuaikan (personalized medicine) dengan kondisi setiap pasien.

Selama lima tahun beroperasi, RS Pondok Indah IVF Centre telah melayani lebih dari 50.000 kunjungan pasien dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 pasangan telah menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).

Pencapaian tersebut merupakan bagian dari upaya RS Pondok Indah IVF Centre dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan fertilitas yang semakin berkembang. Pusat layanan ini mengintegrasikan kompetensi tenaga medis, teknologi reproduksi berbantu canggih, serta penanganan khusus yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasangan.

Pendekatan tersebut didasarkan pada pemahaman bahwa keberhasilan program IVF tidak hanya ditentukan oleh faktor usia. Kualitas embrio, kondisi rahim, kualitas sperma, kualitas sel telur, serta riwayat kesehatan reproduksi turut memengaruhi peluang keberhasilan kehamilan.

Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi dasar penentuan strategi penanganan. RS Pondok Indah IVF Centre menerapkan pendekatan personal berbasis bukti ilmiah (evidence-based) untuk menentukan pilihan terapi yang tepat, termasuk bagi pasien dengan kondisi infertilitas kompleks.

Salah satu kisah sukses datang dari pasangan Allyssa Hawadi dan Candi Soeleman. Selama sembilan tahun, mereka berkonsultasi ke berbagai rumah sakit di dalam maupun luar negeri demi mencari penyebab masalah fertilitas yang mereka alami.

Perjalanan mereka membuahkan hasil saat berkonsultasi dengan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.O.G, Subsp.F.E.R, M.P.H., FRANZCOG (Hons), FICRM di RS Pondok Indah IVF Centre. Melalui evaluasi komprehensif, penyebab utama infertilitas berhasil diidentifikasi sehingga penanganan dapat disesuaikan secara presisi.

Perjuangan Allyssa dan Candi sempat berada di titik krusial ketika program mereka hanya bertumpu pada satu embrio sehat yang tersisa. Embrio tersebut menjadi harapan terakhir setelah sembilan tahun berikhtiar. Pengalaman ini menggambarkan bahwa penanganan infertilitas membutuhkan strategi yang sangat spesifik bagi setiap individu.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre, Prof. Budi Wiweko, mengimbau pasangan agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan reproduksi.

"Pemeriksaan fertilitas sering kali baru dilakukan setelah bertahun-tahun pasangan belum dikaruniai buah hati. Padahal, memahami kondisi kesehatan reproduksi sejak awal sangat penting untuk menentukan strategi perencanaan kehamilan yang tepat. Semakin dini mengetahui kondisi fertilitas, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan," jelasnya dalam acara media briefing pada Kamis (27/8/2026).

Menurut Prof. Budi, pemahaman kondisi reproduksi sejak dini membantu pasangan dan tim medis menyusun perencanaan kehamilan secara lebih proaktif.

Didukung Teknologi Reproduksi Berbantu

Dari sisi layanan, RS Pondok Indah IVF Centre didukung oleh tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang seluruhnya merupakan subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi. Layanan ini juga melibatkan kolaborasi lintas disiplin bersama dokter spesialis andrologi dan dokter spesialis urologi.

Pusat fertilitas ini menyediakan berbagai teknologi reproduksi berbantu terdepan, seperti Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI), Pre-implantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A), laser-assisted hatching, hingga time-lapse incubator.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Regulasi Tak Konsisten, Ikl...

4.403 Jiwa Alami Kesulitan Air Bersih

33 menit yang lalu | Ones

Daerah
4.403 Jiwa Alami Kesulitan ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.