Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Komoditas Biasa! Kopi Magelang Disiapkan Jadi Produk Unggulan Bernilai Tinggi

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Komoditas Biasa! Kopi Magelang Disiapkan Jadi Produk Unggulan Bernilai Tinggi Doc: ANTARA/ Wahdi Septiawan.
Ket. Ilustrasi - Petani memanen biji kopi.

MAGELANG – Kopi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Keunikan cita rasa yang dipengaruhi karakter geografis menjadi modal penting bagi daerah untuk membangun identitas produk sekaligus memperluas pasar.

Sejumlah daerah bahkan mulai mendorong hilirisasi kopi agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu menggerakkan UMKM dan pendapatan petani.

Tantangannya, potensi tersebut perlu ditopang peningkatan kualitas, pengolahan pascapanen, kemasan, branding, serta akses pasar.

Dengan strategi yang tepat, kopi bukan sekadar hasil perkebunan, melainkan aset ekonomi daerah yang dapat membawa nama dan kekhasan lokal ke pasar nasional hingga global.

Kopi menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengingat komoditas ini memiliki potensi cukup besar karena didukung kondisi geografis dan topografi wilayah yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga kawasan dataran tinggi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Astuti, di Magelang, Jumat (28/8), mengatakan Kabupaten Magelang memiliki dua jenis kopi utama, yakni arabika dan robusta. Pengembangan kedua jenis kopi tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan ketinggian wilayah.

"Kabupaten Magelang mempunyai jenis kopi arabika dan robusta, sesuai dengan topografi wilayah kita, mulai dari dataran rendah, menengah, sampai ketinggian," katanya.

Menurut dia, kopi arabika umumnya dikembangkan pada wilayah dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan kondisi optimal pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl.

Saat ini, katanya luas lahan kopi arabika di Kabupaten Magelang mencapai sekitar 1.075 hektare, dengan produktivitas rata-rata 506,52 kilogram per hektare.

Sentra perkebunan kopi arabika tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kaliangkrik, Windusari, Pakis, Grabag, Ngablak, Sawangan, Dukun, dan Salaman.

Ia menuturkan, kopi robusta memiliki areal tanam yang lebih luas. Luas lahan kopi robusta di Kabupaten Magelang mencapai sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 1.161 kilogram per hektare.

"Kalau kopi robusta kita lebih banyak luasannya, sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas juga lebih besar, yaitu sekitar 1.161 kilogram per hektare," katanya.

Ia menyebutkan, sebaran kopi robusta juga lebih luas dibandingkan arabika. Sentra robusta antara lain berada di Salaman, Borobudur, Srumbung, Dukun, Sawangan, Candimulyo, Tempuran, Kajoran, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, Secang, Tegalrejo, Pakis, Grabag, dan Ngablak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.