Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budi Daya Pakcoi untuk Membekali Kemandirian Warga Binaan Lapas Manado

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Daya Pakcoi untuk Membekali Kemandirian Warga Binaan Lapas Manado Doc: Antara
Ket. Kakanwil Pemasyarakatan Sulut, Haposan Silalahi bersama jajaran saat berkunjung ke Lapas Manado melaksanakan panen Pakcoi hasil budidaya warga binaan.

Manado - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado, Sulawesi Utara (Sulut) melakukan budi daya sayur pakcoi membekali kemandirian warga binaan ketika kembali di tengah masyarakat.

"Kegiatan panen ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan lahan lapas secara produktif sekaligus bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP)," kata Kakanwil Pemasyarakatan Sulut, Haposan Silalahi saat berkunjung ke Lapas Manado, Jumat.

Program kegiatan pertanian tersebut, kata dia memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Keberhasilan panen tersebut merupakan bukti program pembinaan dapat berjalan secara produktif dan memberikan manfaat nyata.

“Panen ini menunjukkan bahwa lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan seperti ini juga memberikan keterampilan dan pengalaman kepada warga binaan sebagai bekal untuk kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Kakanwil.

Program tersebut juga memperkuat komitmen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado dalam mendukung program ketahanan pangan.

Kalapas Manado Krisman Ziliwu mengatakan, budi daya pakcoi merupakan bagian dari komitmen Lapas mengembangkan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

Proses budidaya mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan hingga panen melibatkan WBP dengan pendampingan petugas.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pembentukan sikap kerja. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan oleh WBP dan menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ungkap Kalapas.

Kalapas menambahkan, hasil panen pakcoi menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Manado untuk terus mengembangkan berbagai program ketahanan pangan lainnya.

"Pemanfaatan lahan secara optimal diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pelaksanaan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Trump Desak Penggantian Zelenskyy

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Trump Desak Penggantian Zel...
Luar Negeri
Konflik Memanas! Tentara Pe...

Pengadilan Bebaskan Para Pemimpin Gerakan Kecoak

42 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Pengadilan Bebaskan Para Pe...

Panama Umumkan Status Darurat Pascagempa Dahsyat

57 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Panama Umumkan Status Darur...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.