Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tutup Pekan QRIS Nasional 2026, BI Jakarta: Digitalisasi Pasar Tradisional Kunci Ekonomi Kerakyatan

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 15:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tutup Pekan QRIS Nasional 2026, BI Jakarta: Digitalisasi Pasar Tradisional Kunci Ekonomi Kerakyatan Doc: istimewa
Ket. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menutup Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 Wilayah Jakarta, Jumat (15/8). Selama 5 hari, 11-15 Agustus 2026, kegiatan difokuskan pada digitalisasi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan

JAKARTA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menutup Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 Wilayah Jakarta, Jumat (15/8). Selama 5 hari, 11-15 Agustus 2026, kegiatan difokuskan pada digitalisasi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Reny Julianie menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, Penyedia Jasa Pembayaran, dan pelaku usaha yang mendukung kegiatan tersebut.

“Seluruh program dilaksanakan untuk mewujudkan Pasar Jakarta TOKCER (Digital, Kolaboratif, Kalcer) yang inovatif dan adaptif dalam merespon pesatnya era digital,” kata Reny.

Fokus pada pasar tradisional sejalan dengan kontribusi sektor perdagangan terhadap ekonomi DKI Jakarta sebesar 18,24% pada triwulan II 2026.

Edukasi dan Kampanye QRIS TAP hingga Antarnegara

Sepanjang PQN 2026 digelar berbagai program dengan pendekatan edutainment. Di antaranya pemilihan batu bacan favorit dan Mural Battle di Pasar Rawa Bening, Barista Battle dan Cooking Challenge di Pasar Santa, Workshop Digital Marketing dan Digital Office di Pasar Rumput, serta sosialisasi ekonomi hijau dan pengelolaan sampah.

BI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas kampanye fitur QRIS TAP dan QRIS Antarnegara. Edukasi dilakukan secara masif di kereta Commuter Line Stasiun Jatinegara dan Kebayoran, Samsat Keliling untuk pembayaran pajak kendaraan, festival kuliner, hingga wisatawan Open Top Tour TransJakarta.

Kehadiran QRIS dinilai mendorong transaksi keuangan yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CEMUMUAH). Hal ini diharapkan mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan pariwisata Jakarta.

BI Jakarta optimis sinergi dan inovasi digitalisasi akan terus berlanjut untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang inklusif, berkelanjutan, dan berbudaya. Kegiatan ini juga bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.