Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TikTok Didenda Rp500 Miliar di Brasil, Gegara Gagal Lindungi Anak dan Remaja

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam pernyataan yang dikirim kepada AFP, TikTok mengatakan denda tersebut berasal dari kekhawatiran yang disampaikan pada 2021 dan "tidak memperhitungkan" berbagai langkah yang telah diterapkan sejak saat itu.

TikTok menyebut telah meluncurkan lebih dari 50 fitur keselamatan yang ditujukan bagi pengguna remaja selama enam tahun terakhir.

Fitur tersebut antara lain pembatasan pesan langsung bagi anak-anak di bawah 16 tahun, tidak merekomendasikan konten kelompok usia tersebut kepada orang asing, serta memungkinkan orang tua menetapkan batas waktu penggunaan layar dan memblokir akun.

Menurut ANPD, TikTok memiliki waktu 10 hari untuk mengajukan banding terhadap denda tersebut.

Pada 2024, platform X sempat diblokir selama 40 hari di Brasil hingga jejaring sosial milik orang terkaya di dunia, Elon Musk, tersebut mematuhi perintah Mahkamah Agung Brasil untuk menghapus akun-akun yang menyebarkan disinformasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.