Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
Rabu, 26 Agu 2026, 12:35 WIB | Oleh: Muchamad Ismail“Saat itu hubungan kekeluargaan masih baik karena Pandapotan Tambun disebut sebagai anggi doli (adik) dari marga Sinurat,” tulis tim kuasa hukum.
Persoalan mulai berkembang pada 2012, ketika Pandapotan disebut hendak mengontrakkan lahan tersebut kepada pihak lain.
Keturunan Raja Pagi Sinurat menolak rencana tersebut, meski masih mengizinkan lahan digunakan untuk kepentingan Pandapotan sendiri.
Setelah itu, keturunan Raja Pagi Sinurat meminta agar penggunaan lahan dihentikan dan tanah dikembalikan, tetapi menurut penggugat permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Perselisihan kemudian berkembang hingga muncul klaim kepemilikan atas lahan yang menjadi objek perkara.
Upaya Mediasi
Perselisihan terkait lahan tersebut sebelumnya telah diupayakan penyelesaiannya melalui jalur kekeluargaan.
Pemerintah Desa Sinarsabungan dan Kecamatan Bonatua Lunasi disebut beberapa kali menggelar mediasi pada 2020, namun upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Dalam gugatan, seluruh keturunan Raja Pagi Sinurat disebut sebenarnya menginginkan penyelesaian secara damai, tetapi menurut penggugat para tergugat tetap mengusahakan tanah yang disengketakan sehingga perkara akhirnya dibawa ke Pengadilan Negeri Balige melalui gugatan perdata.
“Konflik kembali mencuat pada Januari dan Februari 2025, ketika Huala Sinurat bersama keturunan Raja Pagi Sinurat berupaya mengusahakan kembali objek perkara dengan menanam berbagai tanaman, antara lain alpukat, durian, pisang, dan mangga,” jelas tim kuasa hukum.
Namun, menurut gugatan, tanaman-tanaman tersebut kemudian dirusak. Atas kejadian itu, keturunan Raja Pagi Sinurat disebut membuat laporan pengaduan ke Polres Toba.
Gugatan Hukum
Huala Sinurat dan Riduan Sinurat melalui kuasa hukumnya menggugat 12 pihak ke Pengadilan Negeri (PN) Balige terkait penguasaan lahan sekitar 110 hektare yang diklaim sebagai bagian dari Tanah Golat Bius Raja Pagi Sinurat.
Tim kuasa hukum mendalilkan para tergugat menguasai objek perkara tanpa hubungan hukum maupun alas hak yang sah, sehingga tindakan tersebut dinilai memenuhi unsur Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata.
Para penggugat meminta PN Balige menyatakan Huala dan Riduan sebagai keturunan dan ahli waris Raja Pagi Sinurat yang dapat mewakili kepentingan hukum seluruh keturunan atau ahli waris.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
27 Aug 2026, 16:46 WIB.
Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja Sinurat
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!