Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hutan di Kalimantan: Bencana atau Terencana.

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 11:37 WIB | Oleh:
Kebakaran Hutan di Kalimantan: Bencana atau Terencana. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas BPBD dan Damkar HST saat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Setiap kali musim kemarau tiba, langit Kalimantan kembali diselimuti asap tebal. Aktivitas sekolah terpaksa diliburkan, laju ekonomi melambat, dan masyarakat harus bertarung melawan penyakit saluran pernapasan. Fenomena ini seolah telah dianggap sebagai rutinitas tahunan yang lumrah terjadi. Narasi publik sering kali menyatakannya sebagai bencana alam biasa. Namun, ketika pola dan titik lokasinya terus berulang di tempat yang sama setiap tahun, masih relevankah kita menyatakannya sebagai sebuah musibah tak terduga?

Kata "bencana alam" sering kali dijadikan tameng nyaman bagi para oknum yang enggan bertanggung jawab. Fenomena El Nino memang meningkatkan risiko kekeringan, tetapi mungkinkah api muncul tanpa pemicu? Pembakaran tetap menjadi metode favorit karena dianggap sebagai cara paling cepat dan murah untuk pembersihan lahan (land clearing) demi ekspansi bisnis semata.

Regulasi dan sanksi yang mengatur masalah ini sebenarnya sudah sangat melimpah. Namun, penegakan hukum di lapangan kerap memperlihatkan pola berulang: tajam ke bawah, tumpul ke atas. Proses hukum lebih banyak menyasar pelaku kelas teri, sementara aktor di balik layar kerap lolos dari jerat hukum yang berat. Selama keuntungan ekonomi dari pembakaran lahan jauh lebih besar ketimbang denda yang harus dibayar, praktik ini akan terus berulang

Menyebut kebakaran hutan di Kalimantan semata-mata sebagai bencana alam adalah bentuk pengabaian terhadap realitas. Tragedi ini terjadi akibat keserakahan ekonomi yang diperparah oleh lemahnya pengawasan serta penegakan hukum dari pemerintah. Jika pemerintah dan penegak hukum tidak berani membongkar jaring-jaring kepentingan di balik bisnis ini, warga Kalimantan akan terus dipaksa menjadi korban dari keserakahan yang terencana.

Ditulis oleh: Jonathan Alfonso Maurits, Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Kenya Laporkan Kematian Pertama Ebola

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Kenya Laporkan Kematian Per...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Te...
Advertisement
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.