Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Investasi Hijau, BKPM Andalkan CCS untuk Tekan Emisi

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejar Investasi Hijau, BKPM Andalkan CCS untuk Tekan Emisi Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Pemberdayaan komunitas lokal dan masyarakat adat yang dapat memberikan benefit ekonomi langsung dari pembagian manfaat karbon dan hak pengelolaan lahan.

JAKARTA – Dekarbonisasi menjadi langkah strategis untuk menekan emisi sekaligus mendorong transformasi menuju ekonomi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Proses ini tidak cukup hanya dengan mengurangi penggunaan energi fosil, tetapi juga membutuhkan percepatan energi terbarukan, teknologi rendah karbon, dan peningkatan efisiensi industri.

Bagi Indonesia, dekarbonisasi harus dirancang secara bertahap agar target lingkungan tetap tercapai tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi, daya saing industri, dan ketersediaan lapangan kerja.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi instrumen untuk mendorong dekarbonisasi sekaligus memperkuat daya tarik investasi Indonesia.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen mengatakan CCS berperan penting dalam membantu berbagai sektor industri mengurangi jejak karbon agar berdaya saing di pasar global.

"Jadi, CCS menjadi strategis karena mendukung dekarbonisasi di sektor-sektor yang sulit melakukan pengurangan emisi, seperti minyak dan gas, semen, pupuk, petrokimia, kilang, pembangkit listrik, dan sebagainya, sembari juga meningkatkan daya tarik investasi industri," ujar Ichsan dalam International and Indonesia CCS Forum 2026 di Jakarta, Rabu (26/8).

Menurut dia, penerapan CCS memberikan sejumlah manfaat strategis bagi industri, mulai dari pengurangan emisi hingga menjaga daya saing perusahaan dalam menghadapi kebijakan karbon global.

Ia menjelaskan, CCS mampu menangkap lebih dari 90 persen emisi karbon sebelum dilepaskan ke atmosfer. Selain itu, teknologi ini juga dapat membantu industri mengantisipasi potensi biaya karbon maupun penerapan pajak karbon di masa mendatang.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan CCS karena memiliki basis industri yang besar serta potensi penyimpanan karbon yang melimpah.

Berdasarkan estimasi saat ini, Indonesia memiliki potensi penyimpanan CO2 lebih dari 577,62 gigaton yang tersebar di sejumlah wilayah.

Indonesia juga memiliki pilihan penyimpanan karbon baik di darat maupun lepas pantai, serta posisi strategis dalam jalur perdagangan Asia.

Ichsan menambahkan, pemerintah terus membangun fondasi kebijakan untuk memberikan kepastian usaha bagi pengembangan CCS. Salah satunya melalui pembaruan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang telah mengakomodasi aktivitas dalam rantai nilai CCS.

Ia mengungkapkan BKPM telah memetakan sejumlah klaster potensial untuk pengembangan CCS berbasis kedekatan antara sumber emisi industri dan lokasi penyimpanan karbon.

Empat klaster itu meliputi Sumatera Selatan dengan potensi emisi sekitar 3 juta ton per annum (mtpa) dan kapasitas penyimpanan teridentifikasi 584 juta ton, Jawa Barat dengan emisi sekitar 13 juta ton per annum dan kapasitas penyimpanan 612 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
  • Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!
    Preview komentar:
    Artikel yang sangat informatif mengenai potensi elektrifikasi kendaraan; ...
Advertisement
injourney
Daerah
Baznas Beri Beasiswa untuk ...
Daerah
Karhutla Ranupani, BPBD Lum...
Daerah
Pembukaan Muktamar ke-35 NU...
Aksi Unjuk Rasa 27 Agustus di DPR, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Aksi Unjuk Rasa 27 Agustus di DPR, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.