Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Perketat Imigrasi, 200 Ribu Visa Terancam Dicabut

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Perketat Imigrasi, 200 Ribu Visa Terancam Dicabut Doc: AFP/Jim WATSON
Ket. Presiden AS Donald Trump tiba untuk berpidato di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC, Senin (24/8).

WASHINGTON – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (24/8), mengatakan berencana mencabut visa non-imigran yang dimiliki warga negara asing yang telah mengajukan atau sedang mencari suaka di AS. Kebijakan tersebut berpotensi berdampak terhadap hingga 200.000 orang dan, jika terealisasi, dapat menjadi pencabutan visa massal terbesar dalam sejarah AS.

Dilansir dari AFP, pemerintahan Trump menyebut langkah tersebut sebagai bagian terbaru dari kebijakan pengetatan imigrasi yang dilakukan secara luas.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk "mengidentifikasi dan mencabut visa non-imigran warga negara asing yang datang ke AS dengan mengaku sebagai pengunjung jangka pendek, tetapi kemudian mengajukan suaka untuk tinggal secara permanen."

Departemen Luar Negeri tidak menyebutkan jumlah visa yang akan dicabut dalam proses tersebut.

Namun, AFP melaporkan hingga 200.000 visa bisnis dan wisata milik warga negara asing berpotensi dicabut. Jika terealisasi, jumlah tersebut akan menjadi pencabutan visa massal terbesar dalam sejarah AS.

Menurut laporan, Departemen Luar Negeri akan mencabut visa B1 dan B2 yang diterbitkan sepanjang 2016 hingga 2026 dan pemegangnya telah mengajukan atau sedang mengajukan permohonan suaka. Visa B1 dan B2 merupakan visa non-imigran yang diperuntukkan bagi perjalanan bisnis dan wisata.

Pencabutan visa tersebut tidak serta-merta berarti deportasi langsung. Sebagian besar pemohon yang kasus suakanya masih dalam proses kemungkinan akan dikategorikan ulang, tetapi kehilangan status sebagai pelancong bisnis atau wisatawan.

Keamanan Dalam Negeri

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau melalui media sosial X menuding sistem imigrasi AS telah lama "dibanjiri klaim suaka yang tidak berdasar."

Departemen Luar Negeri pada awal bulan ini mengatakan pemerintahan Trump telah mencabut lebih dari 175.000 visa warga negara asing.

Trump selama ini menjalankan kebijakan pengetatan imigrasi yang mencakup pencabutan visa dan kartu hijau (green card), serta meningkatkan upaya deportasi. Ia menyatakan kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan keamanan dalam negeri.

Namun, kelompok pembela hak asasi manusia menilai kebijakan tersebut telah melanggar hak kebebasan berbicara dan proses hukum yang semestinya (due process), serta menciptakan kondisi yang tidak aman, terutama bagi kelompok etnis minoritas yang khawatir menjadi sasaran racial profiling.

Trump sebelumnya berkampanye pada 2024 dengan janji menghentikan imigrasi ilegal. Namun, pemerintahannya juga memperketat jalur imigrasi legal, antara lain dengan memberlakukan biaya baru yang lebih mahal bagi pemohon jenis visa kerja tertentu.

Kebijakan pengetatan imigrasi tersebut juga menghadapi sejumlah gugatan hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Kolombia Tegaskan Tidak Ada...
Megapolitan
Ruang Multifungsi Bawah HI ...
Megapolitan
Sejak Lama Jakbar Jadi Goth...

Kanada Lancarkan Tarif Balasan hingga 50 % pada Lebih 700 Produk AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Kanada Lancarkan Tarif Bala...
Ekonomi
Gubernur BI Perlu Perkuat I...
Olahraga
Joao Fonseca Mundur dari US...
184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.