Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON – Presiden UEFA Aleksander Ceferin memperingatkan Gianni Infantino agar mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA atau menghadapi tantangan dalam pemilihan berikutnya. Namun, Ceferin menegaskan dirinya tidak berminat menggantikan Infantino sebagai pemimpin badan sepak bola dunia tersebut.
Tekanan terhadap Infantino meningkat setelah rencana kontroversialnya untuk mencari investasi swasta guna membiayai turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, akhirnya ditinggalkan.
UEFA, badan sepak bola Eropa yang dipimpin Ceferin, bahkan telah mengancam melakukan boikot terhadap kompetisi FIFA. Sejumlah federasi nasional dan konfederasi juga disebut mulai menarik dukungan terhadap Infantino.
Meski menjadi salah satu tokoh paling vokal mengkritik Infantino, Ceferin memastikan dirinya tidak akan maju untuk menggantikan pria asal Swiss tersebut.
"Saya tidak tertarik karena dua alasan," ujar Ceferin dalam podcast The Rest is Politics.
"Pertama, saya mencintai UEFA dan saya senang bekerja di sini. Saya pikir pada titik tertentu... sudah waktunya juga menikmati hidup sedikit."
Alasan kedua, menurut Ceferin, justru berkaitan dengan kredibilitasnya sebagai pemimpin UEFA.
"Kredibilitas saya jauh, jauh lebih tinggi jika saya tidak tertarik pada posisi tersebut."
Ceferin selama ini secara terbuka mengkritik rencana Infantino mencari investasi swasta untuk perusahaan yang akan mengelola sejumlah turnamen FIFA. Kini, pria Slovenia berusia 58 tahun itu menilai posisi Infantino yang sebelumnya terlihat sangat kuat mulai terancam.
Ceferin memperkirakan Infantino memiliki dua pilihan menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret mendatang, ketika pemilihan presiden berikutnya dijadwalkan berlangsung.
Menurut Ceferin, pilihan pertama adalah Infantino menyadari bahwa dirinya sudah tidak lagi mendapatkan dukungan yang cukup dan kemudian memilih mundur.
Dukungan yang dimaksud Ceferin bukan hanya berasal dari negara-negara anggota FIFA yang memiliki hak suara, tetapi juga komunitas sepak bola secara keseluruhan. "Ada dua pilihan," kata Ceferin.
"Salah satunya adalah dia menyadari bahwa dia tidak memiliki dukungan. Dan itu bukan hanya dukungan politik dari mereka yang memberikan suara, tetapi dukungan politik dari komunitas sepak bola, dukungan dari penggemar, pemain, mantan pemain, dan pelatih."
Pilihan kedua adalah Infantino tetap maju dalam pemilihan Maret.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!