Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 06:37 WIB | Oleh:
Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang Doc: ist
Ket. mampu bersaing di jepang

JAKARTA – Setelah mempelajari berbagai turnamen, tim pelatih panahan mengatakan bahwa Indonesia masih bisa bersaing di Asian Games Jepang. Tim pelatih panahan recurve Indonesia memanfaatkan data pertandingan melalui platform IANSEO untuk memetakan kekuatan rival menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pelatih tim recurve Indonesia Hendra Setiawan mengatakan pemantauan hasil kompetisi internasional menjadi salah satu cara mengetahui perkembangan negara-negara pesaing ketika tim Merah Putih tidak mengikuti rangkaian Piala Dunia tahun ini.

“Ada istilahnya jejak digital. Jadi setiap event kami lihat di IANSEO. Kami bisa lihat dengan posisi kami yang sekarang ini ada di mana," kata Hendra di Jakarta, Senin.

Salah satu turnamen yang menjadi rujukan tim pelatih adalah seri keempat Piala Dunia Panahan 2026 di Madrid, Spanyol, pada 7-12 Juli.

Pada babak kualifikasi recurve putri, Li Jiaman dari China memimpin dengan 673 poin, diikuti Marie Horackova asal Ceko dengan 671 poin.

Pemanah Korea Selatan Oh Yejin dan Kirti dari India sama-sama mengumpulkan 668 poin, sedangkan wakil China Zhu Jingyi berada tepat di belakang mereka dengan 667 poin.

Persaingan negara-negara Asia juga terlihat pada nomor beregu putri. Korea Selatan memimpin kualifikasi dengan total 1.996 poin, disusul China 1.993 poin dan India 1.976 poin.

Setelah membandingkan hasil tersebut dengan perkembangan atlet selama latihan, Hendra menilai Indonesia masih memiliki kemampuan untuk bersaing.

"Saya melihat World Cup terakhir di Madrid, kami tidak jauh-jauh dengan mereka. Dengan skor-skor mereka, kami sudah pernah mendapatkan di sini," ujar Hendra.

Meski demikian, Hendra tidak menjadikan perbandingan skor sebagai jaminan hasil di Asian Games karena performa dalam latihan dan pertandingan memiliki tekanan yang berbeda.

Menurut dia, keyakinan atlet dan pelatih menjadi faktor penting untuk membawa kemampuan yang telah ditunjukkan selama latihan ke arena kompetisi.

"Kalau dari hasil skor, insya Allah kami bisa bersaing. Antara atlet dan pelatih harus sama-sama yakin. Kalau pelatih yakin tetapi atlet tidak, atau sebaliknya, itu tidak bisa menyatu," kata Hendra.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mempertandingkan panahan nomor recurve dan compound di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Prefektur Aichi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Liverpool Didesak Datangkan...

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Liga Inggris, Fulham Tak Ma...

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Fiorentina Tanpa Ampun Diba...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.