Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesadaran Ekologis Semestinya Melekat di dalam Setiap Kegiatan Adat

29 Kamis, 17 Sep 2026, 06:47 WIB | Oleh:
Kesadaran Ekologis Semestinya Melekat di dalam Setiap Kegiatan Adat Kesadaran Ekologis Semestinya Melekat di dalam Setiap Kegiatan Adat Doc: ist
Ket. menjaga tradisi

SUMBAWA – Tanggung jawab menjaga alam kepada generasi muda harus dikuatkan sebagai bagian dari penguatan nilai adat Tana Sumawa. “Ini harus menjadi upaya menumbuhkan kepedulian warga tas lingkungan juga,” jelas Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot. 

Pesan tersebut disampaikan Syarafuddin saat membuka Musakara Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) 2026 di Aula Kantor Camat Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Syarafuddin mengatakan nilai adat tidak semestinya hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Menjaga pohon, hutan, sumber air, dan lingkungan sekitar merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak dini, termasuk melalui nilai-nilai adat yang diwariskan kepada generasi muda," katanya.

Ia menegaskan alam tidak semestinya dipandang hanya sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang keberlangsungannya menjadi tanggung jawab bersama.

"Alam bukan sekadar sumber daya yang hanya untuk dimanfaatkan, tetapi bagian dari kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.

Syarafuddin yang bergelar kehormatan Dea Pati Kanadi Ling Samawa dari PYM Sultan Sumbawa itu mendorong LATS memperkuat tiga agenda, yakni pendidikan karakter generasi muda, pemberdayaan perempuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut dia, penguatan ketiga agenda tersebut penting agar nilai adat tetap relevan dalam menghadapi perubahan sosial sekaligus membangun tanggung jawab masyarakat terhadap alam.

Ia mengatakan pesan tentang kelestarian lingkungan tersebut sejalan dengan khazanah tau Samawa, “Balong ai kayu, telas kebo jaran, mole pade antap”.

Selain isu lingkungan, Syarafuddin menilai lembaga adat memiliki peran dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui musyawarah.

“Musakara bukan sekadar forum untuk berdiskusi, tetapi mendengar beberapa usulan sepanjang tahun, kemudian menyusun penyelesaiannya berkaitan dengan adat,” katanya.

Ia mencontohkan persoalan pelaksanaan tradisi nyorong yang berpotensi berbenturan dengan waktu ibadah salat. Menurut dia, persoalan semacam itu perlu diselesaikan melalui musyawarah dengan tetap menempatkan nilai adat dan agama sebagai landasan.

Sementara itu, Ketua Pajatu Adat LATS Kabupaten Sumbawa M. Ikhsan Safitri mengatakan Musakara LATS di tingkat kecamatan merupakan tindak lanjut kesepakatan Musakara Rea untuk memperluas partisipasi masyarakat adat.

“Musakara ini menjadi ruang untuk memperkuat partisipasi masyarakat adat dalam membahas berbagai persoalan dan agenda adat di tingkat kecamatan,” katanya.

Ia mengatakan Musakara LATS 2026 membahas penguatan sinergi LATS kecamatan dengan pemerintah kecamatan, pranata adat yang berpotensi ditetapkan melalui peraturan LATS, serta evaluasi kegiatan adat.

Pembahasan tersebut tetap berpedoman pada falsafah masyarakat Samawa, “Adat Barenti Ko Syara, Syara Barenti Ko Kitabullah”.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Ekonomi
Rosan Dorong UMKM Naik Kela...
Ekonomi
Kredit Menggunung, Tantanga...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.