Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pemerintah juga terus mengembangkan sejumlah sektor yang ditetapkan sebagai mesin pertumbuhan baru, antara lain hilirisasi, swasembada energi melalui implementasi B50, pengembangan bank emas atau bullion, pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA), hingga pengembangan semikonduktor serta kecerdasan artifisial (AI).

Menko menekankan bahwa berbagai strategi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga pemangku kepentingan (stakeholder) agar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bisa tercapai secara inklusif dan berkelanjutan.

"Kita harus bekerja bersama, sehingga dengan bersama-sama ini apa yang kita capai betul-betul bisa dinikmati oleh seluruh stakeholders. Jadi dengan fundamental ekonomi yang kuat kebijakan fiskal yang prudent, kebersamaan antara Pemerintah dan dunia usaha, kami ingin mendorong bahwa ke depan kita bisa menjaga ketahanan perekonomian dan juga mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif," kata Airlangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.