Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat

29 Selasa, 25 Agu 2026, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat Doc: ANTARA/ Teguh Prihatna
Ket. Foto udara pembangunan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau.

JAKARTA – Menggenjot investasi menjadi penting untuk memperkuat kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Namun, peningkatan investasi perlu diarahkan pada sektor produktif yang memiliki efek berganda besar bagi industri, UMKM, dan masyarakat lokal.

Dengan begitu, investasi tidak hanya mengejar besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Pemerintah mendorong pertumbuhan investasi lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebagai salah satu strategi mengejar pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen hingga akhir 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai langkah tersebut diperlukan karena pemerintah masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menuju 6 persen pada akhir tahun.

"Semester I ini kita tumbuh 5,45 persen, dan ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir, termasuk di antara negara G20. Jadi menjelang sampai akhir tahun Bapak Presiden meminta kita mendorong supaya mendekati 6 persen di akhir tahun. Dan tentu ini bisa menjadi tantangan dan juga harus kerja keras," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8).

Menurut dia, peningkatan investasi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan tambahan pertumbuhan ekonomi. Investasi perlu tumbuh lebih cepat dibandingkan PDB dan diarahkan pada proyek-proyek yang memiliki nilai tambah tinggi.

Selain mendorong investasi, pemerintah bakal mengoptimalkan rantai nilai dalam negeri agar aktivitas investasi memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian.

Di samping itu, peningkatan produktivitas sumber daya manusia serta penguatan ekspor bernilai tambah yang ditopang efisiensi logistik juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan.

Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan eksternal, mulai dari dinamika geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, ketidakpastian di Selat Hormuz hingga perang dagang yang berpotensi memengaruhi perdagangan dan investasi.

Meski menghadapi tekanan global, Menko Airlangga memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal ini tercermin dari pendapatan negara yang tercatat tumbuh 21,3 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan belanja negara tumbuh 18,2 persen (yoy). Sementara itu, defisit anggaran masih terkendali sebesar 0,91 persen terhadap PDB.

Adapun untuk tahun 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, dengan inflasi 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun 6,9 persen, dan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS.

Pendapatan negara direncanakan sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun, dengan pembiayaan Rp671,2 triliun serta defisit sekitar 2,4 persen terhadap PDB.

Sasaran kesejahteraan diarahkan melalui tingkat pengangguran terbuka 4,30-4,87 persen, kemiskinan 6,0-6,5 persen, dan rasio gini 0,362-0,367.

Pemerintah juga terus mengembangkan sejumlah sektor yang ditetapkan sebagai mesin pertumbuhan baru, antara lain hilirisasi, swasembada energi melalui implementasi B50, pengembangan bank emas atau bullion, pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA), hingga pengembangan semikonduktor serta kecerdasan artifisial (AI).

Menko menekankan bahwa berbagai strategi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga pemangku kepentingan (stakeholder) agar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bisa tercapai secara inklusif dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
UMKM

Kredit Menggunung, Tantangan UMKM Belum Tuntas

13 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Kredit Menggunung, Tantanga...
Megapolitan
Penertiban 17 Bangunan Liar...
Olahraga
Satria Muda Juara Grup A IB...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.