Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stimulus Ekonomi Harus Tepat Sasaran

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Stimulus Ekonomi Harus Tepat Sasaran Doc: antara
Ket. Daya Beli Masyarakat

Kupang – Paket stimulus ekonomi perlu disalurkan secara tepat sasaran agar mampu menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi, dan menggerakkan aktivitas usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketepatan penyaluran dinilai menjadi faktor utama agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya di daerah dengan tantangan distribusi yang tinggi.

Ekonom Universitas Nusa Cendana (Undana) Dr. Rolland E. Fanggidae menilai paket stimulus ekonomi senilai 26 triliun rupiah yang disiapkan pemerintah pada semester II 2026 merupakan langkah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Namun, ia mengingatkan efektivitas stimulus tersebut sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan penyalurannya, terutama di wilayah kepulauan.

"Kebijakan ini adalah langkah 'rem darurat' yang bagus dari pemerintah. Saat ekonomi global lagi tidak menentu dan daya beli masyarakat mulai melemah, pemerintah masuk menyuntikkan dana segar agar perputaran uang tidak macet," kata Rolland di Kupang, Senin (29/6).

Dikutip dari Antara, meski demikian, ia menilai tantangan utama bukan pada besarnya anggaran, melainkan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, hambatan geografis masih berpotensi mengurangi efektivitas stimulus di daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Bagi daerah kepulauan seperti NTT, sehebat apa pun kebijakannya di pusat, kalau penyalurannya lambat karena kendala geografis, dampaknya ke masyarakat juga akan terlambat," ujarnya.

Rolland juga menilai insentif berupa PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket pesawat dan pembebasan bea masuk suku cadang pesawat dapat membantu menahan kenaikan harga tiket. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum menyelesaikan persoalan mendasar tingginya biaya transportasi udara di NTT.

"Insentif ini menjadi angin segar bagi maskapai sehingga dapat membantu menahan agar harga tiket tidak semakin melonjak, terutama pada musim liburan. Namun untuk NTT, stimulus ini baru sebatas obat pereda nyeri musiman, belum menyembuhkan akar masalah," katanya.

Menurut Rolland, mahalnya tiket pesawat dipengaruhi faktor struktural, seperti terbatasnya jumlah maskapai, tingginya biaya avtur, dan fluktuasi jumlah penumpang.

Di sisi lain, ia menilai bantuan pangan dan subsidi harga akan membantu menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mendukung UMKM.

"Rumusnya sederhana, ketika isi piring masyarakat kecil aman, maka ekonomi di tingkat bawah ikut bergerak. Warung, pedagang pasar, hingga UMKM akan ikut merasakan manfaat karena konsumsi masyarakat tetap terjaga," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.