BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim PenulisPEKANBARU – Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, menyebutkan kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru dengan jarak pandang sekitar 2 kilometer dengan kualitas udara berbahaya.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati, di Pekanbaru, Selasa(25/8), menyampaikan bahwa jarak pandang tersebut berdasarkan pembaruan data sejak Senin (24/8) pukul 16.00 WIB. Terpantau Kota Pekanbaru 2 km dengan asap, Rengat 2 km berasap serta Pelalawan 5 km dan Tambang 3 km berasap.
Menurut dia, akibat asap tersebut kualitas udara di Kota Pekanbaru berdasarkan PM 2,5 sejak Selasa dini hari menyentuh level berbahaya. Angkanya sempat mencapai 508,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00 WIB.
Sementara itu, jumlah titik panas di Sumatera pada Senin (24/8) terpantau sebanyak 2.193 titik. Terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 1.207 titik diikuti Provinsi Riau 393 titik.
Sisanya berada di Jambi (262), Lampung (138), Bangka Belitung (77), Kepulauan Riau (57), Bengkulu (19), Sumatera Utara (18), Sumatera Barat (13), dan Aceh (9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk Provinsi Riau titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan yakni 153 titik diikuti Kabupaten Inderagiri Hilir (140). Sisanya di Bengkalis (32), Inderagiri Hulu (26), Kampar (12), Siak (6), Rokan Hulu (6), Kepulauan Meranti (3), Kota Pekanbaru (3), dan Kuantan Singingi (1).
Kebakaran lahan masih terjadi di Provinsi Riau dengan yang terbesar di Kabupaten Pelalawan seluas 700 hektare. Kemudian Inderagiri Hulu 471 hektare serta Inderagiri Hilir dan Kampar puluhan hektare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!