Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

31 Selasa, 25 Agu 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya Doc: Antara
Ket. Pengendara yang melintas tanpa masker di tengah kebakaran lahan hebat di kawasan Guntung Damar Kota Banjarbaru, Senin (24/8).

Banjarbaru — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh dianggap sebagai bencana biasa. Paparan asap dapat memicu gangguan kesehatan serius, terutama pada kelompok rentan, bahkan berpotensi meningkatkan risiko kematian.

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr dr Syamsul Arifin, MPd, FISPH, FISCM, mengingatkan kabut asap sebagai “pembunuh diam-diam” yang dapat membahayakan kesehatan secara perlahan maupun mendadak.

“Data dari berbagai penelitian menunjukkan saat kabut asap melanda, kunjungan ke rumah sakit meningkat hingga 40 persen, terutama untuk kasus gangguan pernapasan dan jantung,” kata Syamsul di Banjarbaru, Senin (24/8).

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM itu, masih banyak masyarakat yang menganggap kabut asap sebagai bencana biasa yang harus diterima. Padahal, anggapan tersebut justru dapat membahayakan kesehatan.

“Anggapan ini keliru dan berbahaya,” tegasnya.

Syamsul menjelaskan kabut asap merupakan campuran partikel halus dan berbagai polutan yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Salah satu komponen paling berbahaya adalah PM2.5, yakni partikel dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer.

Sebagai gambaran, diameter rambut manusia berkisar 50-70 mikrometer. Dengan demikian, ukuran PM2.5 lebih dari 20 kali lebih kecil dibandingkan rambut manusia.

“Artinya, PM2.5 lebih dari 20 kali lebih kecil dari rambut kita,” ujarnya.

Karena ukurannya sangat kecil, partikel tersebut dapat melewati mekanisme penyaringan alami pada hidung dan saluran pernapasan bagian atas. PM2.5 kemudian dapat mencapai alveolus atau kantung udara di paru-paru, bahkan berpotensi masuk ke aliran darah.

Selain PM2.5, asap karhutla juga membawa berbagai polutan lain seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan senyawa organik volatil (VOC) yang dapat bersifat iritatif maupun berbahaya bagi kesehatan.

Dampak paparan asap dapat beragam, mulai dari iritasi mata dan saluran pernapasan hingga memperburuk penyakit paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan jantung.

Kelompok Rentan

Syamsul mengatakan sejumlah kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi ketika terpapar kabut asap. Mereka antara lain bayi dan balita, ibu hamil, penderita asma atau penyakit paru-paru, serta penderita penyakit jantung.

Untuk mengurangi risiko, ia membagikan enam langkah yang dapat dilakukan masyarakat ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Pertama, menggunakan masker yang sesuai, seperti KN95 atau N95, untuk membantu menyaring partikel halus.

Kedua, mengurangi aktivitas di luar ruangan. Aktivitas fisik berat membuat seseorang bernapas lebih cepat dan dalam sehingga jumlah partikel yang masuk ke paru-paru dapat meningkat.

Ketiga, menutup pintu dan jendela untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.