Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 00:01 WIB | Oleh:

Di Inggris, kesenjangannya juga terlihat. Data menunjukkan anak-anak dari komunitas kulit hitam, Asia, dan kelompok etnis minoritas memiliki risiko tenggelam sekitar 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan anak-anak kulit putih.

Data Sport England sebelumnya juga menunjukkan sekitar 95 persen orang dewasa kulit hitam dan 80 persen anak-anak kulit hitam di Inggris tidak dapat berenang.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah organisasi membuat program yang secara khusus menyasar komunitas yang selama ini kurang terwakili dalam olahraga air.

Pada 2022, Katrice Rodrigues mendirikan Unity Swimming, organisasi komunitas yang menggelar kelas renang mingguan untuk komunitas kulit hitam dan Asia.

Rodrigues mengatakan program khusus tersebut bukan dimaksudkan untuk menciptakan pemisahan, melainkan memberikan ruang yang membuat lebih banyak orang merasa nyaman untuk belajar berenang.

“Intinya adalah kita membuat seluruh kegiatan berenang menjadi lebih inklusif dengan menciptakan ruang-ruang kecil yang aman ini, yang mengarah pada lebih banyak orang yang berenang,” kata Rodrigues.

Menurutnya, hambatan yang dihadapi sebagian komunitas minoritas bukan hanya persoalan akses fasilitas. Faktor budaya, ketakutan terhadap air, kekhawatiran mengenai pakaian yang dianggap tidak sesuai, hingga persoalan perawatan rambut juga dapat memengaruhi keinginan seseorang untuk mengikuti aktivitas renang.

Rodrigues juga menyoroti stereotip bahwa orang kulit hitam dianggap tidak mampu berenang atau mengapung.

“Ada mitos dan stereotip bahwa orang kulit hitam tidak bisa mengapung dan tidak bisa berenang. Itu tidak benar,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan berenang semakin penting di tengah meningkatnya suhu musim panas yang membuat masyarakat lebih banyak mencari tempat untuk mendinginkan diri di kolam, sungai, maupun danau.

“Ini satu-satunya olahraga yang bisa menyelamatkan nyawa,” kata Rodrigues.

Pembatalan kegiatan di Berlin tersebut akhirnya bukan hanya menjadi perdebatan mengenai siapa yang boleh menggunakan sebuah kolam renang. Kasus itu juga memperlihatkan persoalan yang lebih luas mengenai akses terhadap olahraga air, sejarah diskriminasi, serta upaya sejumlah komunitas untuk meningkatkan kemampuan berenang dan keselamatan di air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Ribuan Keluarga di Pasar Ma...
Megapolitan
Sebaran Merkuri Dimohon Jad...
Luar Negeri
Saudi Tuding Houthi Targetk...

Di SAFE 2026, Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Di SAFE 2026, Katadata Perk...
Luar Negeri
AI Jadi Isu Penting Jelang ...
Megapolitan
Presiden Prabowo Resmikan L...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.