Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gen Z Sulit Cari Kerja, Ekraf Disiapkan Jadi Mesin Lapangan Kerja Baru

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gen Z Sulit Cari Kerja, Ekraf Disiapkan Jadi Mesin Lapangan Kerja Baru Doc: ANTARA/ HO-Pexels.
Ket. Ilustrasi - Kreator konten membuat konten edukatif sebagai bentuk bela negara masyarakat di era digital.

JAKARTA – Sektor ekonomi kreatif (ekraf) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena mengandalkan kreativitas, inovasi, dan kekayaan intelektual sebagai sumber nilai tambah.

Penguatan ekraf tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga perlu didukung akses pembiayaan, digitalisasi, perlindungan kekayaan intelektual, serta perluasan pasar agar pelaku usaha mampu naik kelas.

Dengan ekosistem yang kuat, ekraf dapat menjadi sumber lapangan kerja sekaligus penggerak ekonomi berbasis inovasi.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melihat sektor ekonomi kreatif (ekraf) dapat menjadi salah satu alternatif lapangan kerja bagi generasi muda, terutama di tengah tingginya proporsi generasi Z dan milenial dalam kelompok pengangguran.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan sekitar 82 persen dari 7,5 juta pengangguran di Indonesia saat ini berasal dari generasi Z dan milenial, sementara 63 persen dari 27,4 juta tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif berasal dari dua kelompok generasi tersebut.

"Jadi sebetulnya ekraf dapat berkontribusi untuk menurunkan pengangguran terbuka yang 82 persen adalah Gen Z dan milenial," kata Riefky dalam sambutannya di acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Sabtu (22/8).

Menurut Riefky, sektor ekonomi kreatif memiliki karakter yang sesuai dengan preferensi generasi muda saat ini. Generasi Z dan milenial dinilai cenderung mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat atau passion, menawarkan fleksibilitas, serta memiliki peluang pendapatan yang kompetitif.

Riefky menambahkan sektor ekonomi kreatif juga memiliki kapasitas penyerapan tenaga kerja yang terus berkembang. Setiap tahun, sekitar 1 juta hingga 1,5 juta orang masuk bekerja di sektor ekonomi kreatif.

"Setiap tahun data dari BPS, antara 1 sampai 1,5 juta orang bekerja ke sektor ekraf," katanya.

Riefky mengatakan generasi muda dalam pengembangan ekraf tidak hanya ditempatkan sebagai sasaran pembangunan, tetapi juga sebagai aktor utama yang menciptakan karya dan membangun usaha baru.

Saat ini, sektor ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 7,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Pemerintah optimistis kontribusi tersebut dapat menembus 8 persen sebelum 2029.

Untuk memperbesar kontribusi tersebut sekaligus membuka lapangan kerja baru, pemerintah telah menetapkan melalui Perpres tentang Rencana Induk Ekonomi kreatif (Rindekraf) 2026-2025 yang di dalamnya terdapat 21 subsektor ekonomi kreatif.

Subsektor ekonomi kreatif itu antara lain fesyen, kuliner, kriya, gim, aplikasi, film, dan musik yang ditempatkan sebagai subsektor prioritas pemerintah untuk menyumbang PDB.

Selain itu, pemerintah juga mendorong perkembangan subsektor baru yang berbasis teknologi dan digital, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, Web3, keamanan siber, konten digital, kreator konten, afiliator, hingga perdagangan berbasis siaran langsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Panen Perdana Sorgum di Bogor
    Preview komentar:
    Nomor Telepon Call Center (Easycash) 24 Jam ...
    Hubugi Nomor WhatsApp (Shopee Spinjam) layanan Customer Service ...
  • Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
  • Rusun Manggarai Dibangun 24 Lantai, KAI Targetkan Rampung dalam 18 Bulan
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.