Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusun Manggarai Dibangun 24 Lantai, KAI Targetkan Rampung dalam 18 Bulan

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 14:05 WIB | Oleh:
Rusun Manggarai Dibangun 24 Lantai, KAI Targetkan Rampung dalam 18 Bulan Doc: ANTARA
Ket. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai membangun rumah susun (rusun) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dengan target pengerjaan selesai dalam waktu 18 bulan. Proyek tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai membangun rumah susun (rusun) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dengan target pengerjaan selesai dalam waktu 18 bulan. Proyek tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pembangunan rusun tersebut resmi dimulai pada Jumat (21/8/2026). Proyek hunian vertikal ini akan dibangun dengan memperhatikan aspek kelayakan, keterjangkauan, hingga keberlanjutan kawasan.

"Pengerjaan total akan memakan waktu selama 18 bulan dimulai hari ini," ungkap Bobby dalam acara tersebut, Jumat (21/8/2026).

Rusun Manggarai nantinya terdiri atas delapan tower dengan ketinggian masing-masing 24 lantai. Secara keseluruhan, proyek tersebut akan menyediakan 3.784 unit hunian yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal masyarakat sasaran.

Dukung Program 3 Juta Rumah

Bobby menjelaskan, pembangunan rusun di Manggarai merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap program pemerintah pusat untuk mewujudkan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kehadiran hunian vertikal di kawasan perkotaan juga dinilai menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal di tengah keterbatasan lahan.

Dalam pelaksanaannya, KAI menetapkan tiga prinsip utama dalam pembangunan rusun tersebut. Ketiga prinsip itu mencakup penyediaan hunian yang layak, terjangkau, serta berkelanjutan bagi masyarakat.

Prinsip kelayakan diterapkan dengan memastikan hunian memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, serta fungsi utama sebagai tempat tinggal. Dengan standar tersebut, rusun diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga memberikan lingkungan hunian yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

Rusun Harus Terjangkau dan Berkelanjutan

Prinsip kedua yang diterapkan KAI adalah keterjangkauan. Pembangunan rusun akan disesuaikan dengan kebijakan dan skema pemerintah sehingga dapat menjangkau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program perumahan.

Sementara itu, aspek keberlanjutan menjadi prinsip ketiga dalam pembangunan Rusun Manggarai. Konsep tersebut mencakup penggunaan lahan secara efisien, keterhubungan dengan transportasi massal, kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan, serta pengelolaan kawasan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

"Ketiga berkelanjutan dengan mengutamakan pemanfaatan lahan yang efisien, keterhubungan dengan angkutan massal, kepatuhan terhadap lingkungan, serta pengelolaan kawasan yang dapat dipelihara dalam jangka panjang," sambung Bobby.

Konsep keberlanjutan tersebut menjadi penting karena lokasi rusun berada di kawasan Manggarai yang memiliki akses transportasi publik cukup strategis. Integrasi hunian dengan transportasi massal diharapkan dapat memudahkan mobilitas penghuni sekaligus mendukung penggunaan angkutan umum.

Terhubung Langsung ke Stasiun Manggarai

Untuk memperkuat integrasi tersebut, KAI akan membangun fasilitas pedestrian yang menghubungkan kawasan rusun dengan Stasiun Manggarai. Kehadiran akses tersebut memungkinkan penghuni menuju stasiun dengan lebih mudah tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Pembangunan rusun yang terintegrasi dengan transportasi publik juga sejalan dengan kebutuhan pengembangan kawasan perkotaan yang lebih efisien. Dengan jumlah ribuan unit hunian, konektivitas langsung menuju stasiun menjadi salah satu fasilitas penting bagi aktivitas sehari-hari penghuni.

Melalui pembangunan delapan tower tersebut, KAI menargetkan penyediaan hunian vertikal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga terintegrasi dengan sistem transportasi Jakarta. Proyek ini ditargetkan selesai dalam 18 bulan sehingga ribuan unit hunian dapat segera dimanfaatkan sesuai dengan skema dan sasaran program pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Bukti negara hadir
    Duka NTT, Duka kita semua,,,
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.