Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekayaan Intelektual Jangan Menganggur, Asensi Dorong Jadi Aset Produktif

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kekayaan Intelektual Jangan Menganggur, Asensi Dorong Jadi Aset Produktif Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
Ket. Diah (kanan), pemilik merek UMKM 'Ben Tjok Pulo' menjelaskan produk-produknya ke konsumen saat Bazar Jakarta Entrepreneur Kecamatan Pancoran di L'Avenue, Jakarta. Merek Ben Tjok Pulo telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum.

JAKARTA – Pengembangan kekayaan intelektual menjadi strategi penting untuk mengubah kreativitas dan inovasi menjadi aset ekonomi bernilai tambah.

Bagi pelaku usaha, perlindungan dan pengelolaan merek, desain, maupun karya intelektual tidak hanya mencegah peniruan, tetapi juga memperkuat daya saing, membuka peluang lisensi dan kemitraan, serta meningkatkan nilai komersial produk.

Dengan demikian, kekayaan intelektual perlu dipandang bukan sekadar aspek legal, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) mendorong pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/ IP) agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi melalui penguatan licensing di Tanah Air.

Ketua Umum Asensi Susanty Widjaya mengatakan Indonesia memiliki potensi kekayaan intelektual yang besar. Namun, tantangan utama adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan dan dikomersialisasikan sehingga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“IP bukan hanya mengenai kreativitas atau hanya design logo atau sebuah karakter. Jika dikelola dengan baik, IP dapat menjadi aset bisnis yang menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang. Melalui Licensing Business, sebuah IP dapat dikembangkan ke berbagai kategori produk dan bisnis sekaligus menciptakan revenue stream baru bagi pelaku usaha," jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (22/8).

Menurut dia, komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan The 7th International Licensing Conference 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (19/8).

Lebih lanjut, kata Susanty, pelaku usaha perlu memandang licensing tidak hanya sebagai sebuah industri, melainkan juga sebagai strategi bisnis untuk memperluas pasar. Melalui skema tersebut, sebuah IP dapat dikembangkan ke berbagai kategori produk, mulai dari mainan, produk konsumen, fesyen, penerbitan, makanan dan minuman, hiburan, hingga gaya hidup.

"Kami ingin semakin banyak pelaku usaha Indonesia memahami bahwa licensing dapat menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan sumber revenue baru. Harapannya, semakin banyak IP Indonesia yang tidak hanya dikenal, tetapi juga berhasil dikomersialisasikan dan berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan," terang dia.

ASENSI menilai tingginya antusiasme peserta dalam The 7th International Licensing Conference 2026 menunjukkan semakin besarnya perhatian pelaku usaha terhadap peluang bisnis berbasis kekayaan intelektual dan licensing.

Konferensi tersebut dihadiri delegasi dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi menegaskan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif.

Menurut dia, tantangan ke depan bukan hanya menciptakan karya, tetapi juga mengembangkan kreativitas tersebut menjadi aset bernilai ekonomi.

“Perlindungan kekayaan intelektual adalah fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif. Sejalan dengan itu, kami selaku pemerintah terus berupaya mendorong terciptanya kolaborasi antara kreator, pemilik IP, pelaku usaha, manufaktur, peritel, investor, dan mitra internasional untuk membuka peluang bisnis, memperluas pasar, serta meningkatkan nilai ekonomi IP Indonesia,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.