Desa Pampang Bersolek dari Sisi SDM, Samarinda Kejar Lonjakan Wisatawan
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi
SAMARINDA – Meningkatkan kunjungan wisatawan bukan sekadar mengejar jumlah kedatangan, tetapi juga memperbesar dampak ekonomi terhadap masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Strategi promosi perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas destinasi, aksesibilitas, konektivitas, serta pengalaman wisata agar mampu mendorong lama tinggal dan belanja wisatawan.
Dengan demikian, pertumbuhan kunjungan dapat menjadi penggerak UMKM, lapangan kerja, dan ekonomi daerah secara lebih berkelanjutan.
Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur berkomitmen memperkuat pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan promosi internasional untuk Desa Budaya Pampang guna mendongkrak kunjungan wisatawan.
Kepala Bidang Pembinaan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Diana Pida di Samarinda, Sabtu, mengatakan kekuatan Desa Pampang tidak semata terletak pada objek wisata, melainkan pada kekayaan budaya yang hidup bersama masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pampang memiliki kekuatan pada budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga. Inilah yang menjadi nilai jual sekaligus keunggulan Pampang sebagai destinasi wisata budaya di Kota Samarinda,” ujar Diana terkait penghargaan Kaltim Fest 2026 yang diterima Desa Budaya Pampang.
Dalam ajang tersebut, Desa Budaya Pampang berhasil meraih Juara Kategori Budaya sekaligus menjadi pemenang Arindama Kategori Pengembangan Budaya dan Kearifan Lokal Terbaik Tahun 2026.
Penghargaan dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim itu diserahkan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan desa wisata di Big Mall Samarinda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Diana menegaskan Pemkot Samarinda berkomitmen menjadikan potensi budaya Desa Pampang sebagai motor pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Selain pembinaan destinasi dan SDM, penguatan sarana serta prasarana penunjang tetap menjadi prioritas pemerintah daerah guna menjamin kenyamanan wisatawan, di tengah keterbatasan fiskal daerah.
"Kita ingin wisatawan tidak hanya datang melihat, tetapi mendapatkan pengalaman yang berkesan. Karena itu, kualitas pelayanan, fasilitas, dan kapasitas masyarakat harus terus ditingkatkan,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan masyarakat pariwisata juga diarahkan pada peningkatan kemampuan komunikasi, termasuk penguasaan bahasa asing untuk menyambut wisatawan asing.
Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak boleh menghilangkan identitas budaya yang menjadi roh destinasi tersebut.
"Yang kita kembangkan bukan hanya tempat wisatanya, tetapi juga manusianya. Budaya harus tetap menjadi identitas utama Pampang,” jelas Diana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!