Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiRiefky pun menekankan pentingnya memastikan bahwa tambahan ULN, terutama yang ditarik pemerintah, digunakan untuk kegiatan yang produktif.
“Fokus ke depan adalah bagaimana memastikan kenaikan ULN ini produktif, tidak hanya untuk menutup defisit, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang bisa menutup beban cicilan utangnya,” tegasnya.
Jika ULN digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur, penguatan sektor produktif, dan peningkatan daya saing, maka beban cicilan di masa depan masih bisa tertutupi oleh tambahan penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi.
Sebaliknya, jika ULN hanya digunakan untuk menutup defisit jangka pendek tanpa diiringi peningkatan kapasitas produksi, maka risiko beban utang akan semakin berat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia berharap Pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan dan keberlanjutan fiskal.
Pengelolaan ULN yang hati-hati dinilai penting agar RI tidak terjebak dalam beban cicilan yang memberatkan APBN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!