Skandal Hollywood: Hard Drive Film Spionase Perang Dunia II Nicolas Cage Dicuri, Netflix Digugat $105 Juta
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 13:35 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSebuah skandal besar mengguncang industri perfilman Hollywood. Netflix kini menghadapi gugatan senilai 105 juta dolar AS, atau sekitar 1,7 triliun rupiah, setelah sebuah hard drive berisi film perang terbaru Nicolas Cage yang belum pernah dirilis dilaporkan dicuri dari kantor perusahaan tersebut di Los Angeles.
Dari The Guardian, film yang menjadi pusat sengketa itu berjudul Fortitude, sebuah thriller spionase berlatar Perang Dunia II dengan anggaran produksi mencapai 45 juta dolar AS, atau sekitar 730 miliar rupiah. Yang membuat kasus ini semakin serius, film tersebut bahkan belum sempat dipasarkan ke publik ketika salinan digitalnya justru menghilang.
Menurut dokumen gugatan, para produser mengirimkan salinan film kepada Netflix pada Juni lalu. Tujuannya hanya untuk pemutaran internal, setelah sebelumnya Netflix menyatakan ketertarikannya terhadap materi promosi film tersebut. Produser juga meminta agar file dihapus setelah proses peninjauan selesai.
Namun yang terjadi justru di luar dugaan. Kantor Netflix di Los Angeles menjadi sasaran pencurian. Sejumlah hard drive dilaporkan raib, termasuk media penyimpanan yang berisi salinan Fortitude.
Insiden itu membuat masa depan film tersebut berada dalam ketidakpastian. Para produser mengklaim strategi distribusi internasional terpaksa dihentikan. Kampanye penghargaan yang telah disiapkan juga ikut dibekukan karena muncul kekhawatiran salinan film bisa beredar secara ilegal sebelum dirilis secara resmi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam gugatan yang diajukan ke pengadilan, para pembuat film menuduh Netflix lalai menjaga keamanan materi yang sangat sensitif. Mereka juga menilai perusahaan gagal mengambil langkah cepat setelah pencurian terjadi, termasuk tidak segera melibatkan Kepolisian Los Angeles atau LAPD sejak awal. Akibat kelalaian tersebut, mereka menuntut ganti rugi sebesar 105 juta dolar AS, lebih dari dua kali lipat biaya produksi film.
Netflix membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya kepada The Hollywood Reporter, perusahaan mengatakan tidak memiliki hak kepemilikan atas film Fortitude, namun tetap menganggap keamanan konten sebagai prioritas utama. Netflix mengaku telah melakukan investigasi internal, meningkatkan sistem pengamanan, serta mengaktifkan tim antipembajakan untuk memantau kemungkinan munculnya salinan ilegal di internet.
Email internal yang kemudian terungkap dalam dokumen pengadilan juga menunjukkan bahwa Kepala Akuisisi Film Netflix, Sean Berney, menyebut pencurian ini sebagai kejadian pertama yang pernah dialami perusahaan. Ia mengakui tim keamanan telah berupaya melacak keberadaan hard drive tersebut, tetapi hingga kini belum berhasil menemukannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di balik kasus ini terdapat proyek yang telah melalui perjalanan panjang dan penuh drama. Fortitude disutradarai Simon West, sutradara di balik film Lara Croft: Tomb Raider dan The General's Daughter. Film ini dibintangi deretan aktor papan atas seperti Nicolas Cage, Matthew Goode, Michael Sheen, dan Ben Kingsley.
Ceritanya mengangkat operasi intelijen Inggris pada Perang Dunia II yang diyakini berperan penting dalam mengubah arah peperangan melawan Jerman Nazi. Proyek ini sempat menarik perhatian sineas legendaris Martin Scorsese, yang pernah terlibat dalam tahap awal pengembangannya. Namun keterlibatan Scorsese kemudian berujung gugatan terpisah terkait kerja sama pengembangan naskah, sebelum akhirnya diselesaikan melalui kesepakatan di luar pengadilan.
Penulis sekaligus produser Simon Afram mengaku menghabiskan tujuh tahun untuk mewujudkan film tersebut. Baginya, kehilangan salinan film bukan sekadar persoalan materi.
Ia menegaskan bahwa yang dipertaruhkan adalah kesempatan seluruh pemain dan kru untuk memperlihatkan hasil kerja terbaik mereka kepada dunia, termasuk peluang meraih penghargaan internasional yang kini terancam sirna.
Hingga saat ini, keberadaan hard drive yang dicuri masih menjadi misteri. Belum ada tanda-tanda bahwa film tersebut telah bocor ke publik. Namun jika salinan itu jatuh ke tangan yang salah dan beredar sebelum jadwal perilisannya, kerugian yang ditanggung para pembuat film diperkirakan bisa jauh melampaui nilai gugatan yang kini sedang diproses di pengadilan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!