Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Backlog Rumah Turun Jadi 9,29 Juta, 350 Ribu KK Akhirnya Punya Rumah

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Backlog Rumah Turun Jadi 9,29 Juta, 350 Ribu KK Akhirnya Punya Rumah Doc: Antara
Ket. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), backlog kepemilikan rumah atau backlog 1 menunjukkan perkembangan positif

[14/8, 18.50] erik sabini: tlg bkin jdul klikbait naskah berikut: *Siaran Pers Kementerian PKP*

*BPS Catat Backlog Kepemilikan dan Kelayakhunian Rumah Terus Menurun*

JAKARTA– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026 yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (13/8). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kementerian Dalam Negeri dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, serta diikuti kepala BPS dari seluruh Indonesia secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS menyampaikan untuk pertama kalinya Publikasi Statistik Perumahan yang memuat berbagai data dan indikator perumahan nasional. Publikasi tersebut disusun berdasarkan data Susenas serta data administrasi dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan sektor perumahan lainnya, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan evaluasi pembangunan perumahan.

Salah satu indikator utama yang disajikan adalah perkembangan backlog perumahan, yang menggambarkan dua persoalan berbeda dalam pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat. Backlog 1 menggambarkan rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri atau masih menempati hunian bukan milik sendiri. Sementara backlog 2 menggambarkan rumah tangga yang sudah memiliki rumah sendiri, tetapi rumah yang ditempati belum memenuhi kriteria rumah layak huni.

Berdasarkan data BPS, backlog kepemilikan rumah atau backlog 1 menunjukkan perkembangan positif. Persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri turun dari 13 persen pada Maret 2025 menjadi 12,39 persen pada Maret 2026. Secara jumlah, backlog 1 pada 2026 tercatat sekitar 9,29 juta rumah tangga atau menurun sekitar 350 ribu rumah tangga dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan backlog 1 tersebut terjadi di seluruh provinsi. Data tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam akses kepemilikan rumah, sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah untuk memperluas penyediaan dan pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Selain persoalan kepemilikan, BPS juga mencatat perkembangan backlog kelayakhunian atau backlog 2. Indikator ini penting karena persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan apakah seseorang telah memiliki rumah, tetapi juga apakah rumah yang dimiliki tersebut memenuhi standar kelayakan untuk dihuni.

Secara umum, perkembangan backlog 2 juga menunjukkan perbaikan. Pada semester I 2026 mencatatkan angka 24,03 persen. Hampir seluruh provinsi mengalami penurunan backlog kelayakhunian. Perbaikan kualitas hunian tersebut juga tercermin dari meningkatnya persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap rumah layak huni. Pada 2026, persentasenya mencapai 70,30 persen, meningkat dibandingkan 68,40 persen pada 2025.

BPS menggunakan sejumlah komponen dalam menentukan rumah layak huni, yaitu ketahanan bangunan, kecukupan luas lantai per kapita, akses terhadap sanitasi layak, serta akses listrik sebagai penunjang. Dari keempat komponen tersebut, akses terhadap sanitasi masih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan publikasi tersebut diterbitkan sebagai bagian dari upaya menyediakan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan di bidang perumahan. Menurutnya, penyusunan statistik perumahan dilatarbelakangi oleh perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Terima kasih kepada Menteri PKP dan Menteri Dalam Negeri yang selalu menggunakan data BPS sebagai dasar dalam mengambil kebijakan. Publikasi Statistik Perumahan ini untuk pertama kalinya diterbitkan dan ke depan akan kami publikasikan secara reguler,” ujar Amalia.

Publikasi tersebut juga memperlihatkan perkembangan berbagai program pembangunan perumahan yang dilakukan pemerintah, pengembang, maupun masyarakat secara swadaya. Pada semester I 2026, Program Bedah Rumah tercatat mencapai 88.635 unit, sementara berbagai program perumahan juga terus didukung melalui pembangunan rumah susun, rumah khusus, program pemerintah daerah, pembiayaan perumahan, hingga kontribusi sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dari sisi pembiayaan, hingga semester I 2026 realisasi FLPP mencapai 91.531 unit. Sedangkan Kredit Program Perumahan mencapai 95.878 debitur dengan nilai pembiayaan sekitar Rp20,58 triliun. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya dukungan pembiayaan terhadap masyarakat maupun pelaku usaha dalam ekosistem perumahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.