Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Ancam Bombardier Kanada di Pasar AS

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Ancam Bombardier Kanada di Pasar AS Doc: afp
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memblokir penjualan pesawat buatan perusahaan Kanada, Bombardier, di AS jika perusahaan tersebut tidak memproduksi pesawat di dalam negeri.

Ancaman itu disampaikan Trump pada Senin di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Kanada, sehari sebelum Kanada memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk AS.

Dilansir dari AFP, Trump menuding Kanada menerapkan praktik perdagangan yang "tidak adil dan tidak wajar", tetapi tidak menjelaskan bagaimana larangan penjualan Bombardier akan diterapkan.

"Tidak ada lagi penjualan Bombardier di AS!" tulis Trump melalui platform Truth Social.

"Jika mereka menginginkan pasar kami, mereka harus membangun di sini dan berhenti memperlakukan Amerika seperti 'celengan'," tambahnya.

Trump menyebut pasar AS menyumbang lebih dari separuh pendapatan Bombardier. Perusahaan tersebut membantah bahwa kehadirannya hanya menguntungkan Kanada dan mengatakan telah menciptakan puluhan ribu lapangan kerja di AS melalui operasional serta rantai pasok yang melibatkan sekitar 2.800 perusahaan Amerika di 47 negara bagian.

Bombardier juga menegaskan pesawatnya menggunakan berbagai komponen buatan AS, termasuk mesin, avionik, dan sistem utama lainnya. Perusahaan berencana membuka fasilitas baru di Fort Wayne, Indiana, akhir tahun ini.

Ancaman terhadap Bombardier bukan yang pertama. Pada Januari, Trump sempat mengancam mencabut sertifikasi pesawat Bombardier di AS serta mengenakan tarif 50 persen terhadap pesawat Kanada setelah mempermasalahkan sertifikasi jet Gulfstream buatan AS oleh Kanada. Ancaman tersebut tidak pernah dilaksanakan.

Jika Trump kembali mengambil langkah tersebut, mekanismenya masih belum jelas karena kewenangan sertifikasi pesawat di AS berada pada Federal Aviation Administration (FAA), bukan Gedung Putih. Pesawat Bombardier saat ini masih memiliki sertifikasi untuk beroperasi di AS dan mendapat pengecualian dari tarif.

Ketegangan terjadi setelah perundingan perdagangan kedua negara terhenti. Trump sebelumnya mengenakan tarif 50 persen terhadap produk Kanada senilai sekitar 20 miliar dollar AS, sedangkan Kanada mulai memberlakukan tarif balasan 15 persen, 25 persen, dan 50 persen terhadap sejumlah produk AS, termasuk baja, aluminium, dan produk susu.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan perundingan dihentikan karena persyaratan pemerintahan Trump dinilai tidak dapat diterima. Ottawa dan Washington hingga kini belum kembali ke meja perundingan dan terus saling melontarkan kritik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Emas..Emas, Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Emas..Emas, Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.