Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 18:34 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDanantara mulai bongkar
Kasus tersebut juga muncul bersamaan dengan langkah Danantara melakukan pembenahan di tubuh Pos Indonesia.
Setelah Direktur Utama Pos Indonesia Daud Joseph mengundurkan diri, Danantara menyatakan melakukan audit dan investigasi terhadap kondisi perusahaan.
Manajemen Danantara bahkan mengungkap adanya indikasi berbagai persoalan yang telah menumpuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan pihaknya menerima laporan dan menemukan indikasi penyimpangan yang sedang ditindaklanjuti melalui audit dan investigasi.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dugaan rekayasa keuangan. Jika temuan tersebut terbukti, persoalan Pos Indonesia tentu menjadi jauh lebih serius daripada sekadar masalah arus kas. Sebab perusahaan harus membenahi dua hal sekaligus: kondisi keuangannya dan tata kelola perusahaan.
Danantara Ingin Perubahan Total
Sebaiknya Anda baca juga:
Danantara sendiri tampaknya tidak ingin penanganan Pos Indonesia hanya berupa tambal sulam keuangan. Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi harus menyentuh persoalan fundamental.
“Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles.”
Pesan tersebut cukup jelas. Pos Indonesia tidak cukup hanya mendapatkan tambahan likuiditas untuk membayar kewajiban yang jatuh tempo.
Bisnis yang menjadi sumber pendapatan perusahaan juga harus diperbaiki. Dony menekankan pentingnya membuat bisnis inti kembali menghasilkan.
“Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost.”
Dengan kata lain, restrukturisasi harus menghasilkan perubahan nyata pada neraca dan arus kas, bukan sekadar memperpanjang napas perusahaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!