Roket Starship SpaceX Berhasil Mengelilingi Orbit Bumi untuk Pertama Kalinya
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 00:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STEXAS - Roket Starship milik SpaceX mencatat tonggak penting dalam pengembangannya setelah berhasil mencapai orbit Bumi untuk pertama kalinya dalam penerbangan uji ke-14.
Dari The Guardian, roket raksasa tersebut diluncurkan dari fasilitas Starbase milik SpaceX di Texas, Amerika Serikat, Senin (28/9) pagi waktu setempat atau sekitar pukul 13.48 BST.
Misi tersebut sempat menghadapi kendala pada fase awal penerbangan. Salah satu mesin mengalami kegagalan setelah peluncuran sehingga sempat muncul kekhawatiran bahwa Starship tidak akan mampu melanjutkan perjalanan menuju orbit.
Namun, pengendali misi memutuskan penerbangan tetap dilanjutkan. Setelah pembakaran mesin untuk memasukkan wahana ke lintasan yang telah direncanakan berhasil dilakukan, suasana di pusat kendali SpaceX berubah menjadi sorak-sorai.
"Starship telah berada di orbit," ujar Daniel Hewitt, insinyur SpaceX yang menjadi narator siaran langsung, setelah pembakaran orbit berhasil dilakukan.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian baru dalam pengembangan Starship. Sejak 2023, SpaceX telah menerbangkan Starship dalam konfigurasi lengkap, tetapi penerbangan-penerbangan sebelumnya hanya diarahkan ke lintasan suborbital.
Lintasan suborbital memungkinkan sisa roket jatuh di wilayah laut yang telah ditentukan. Sementara penerbangan orbit penuh memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang lebih tinggi karena wahana harus mengelilingi Bumi dengan kecepatan sekitar 28.000 kilometer per jam.
Dalam penerbangan kali ini, Starship sempat mencapai ketinggian sekitar 275 kilometer. Rencana awalnya adalah wahana melakukan enam kali putaran mengelilingi Bumi selama hampir 10 jam sebelum kembali ke atmosfer dan mendarat di Samudra Pasifik di sebelah barat Chili.
Namun, SpaceX kemudian mengubah rencana tersebut dan mempercepat waktu kembalinya Starship. Wahana ditargetkan kembali ke atmosfer sekitar tiga jam setelah peluncuran dan diarahkan menuju wilayah Pasifik utara.
Profesor astrofisika dan ilmu antariksa dari University of Leicester, Martin Barstow, menyebut keberhasilan tersebut sebagai tonggak penting bagi SpaceX.
Menurut Barstow, pencapaian mencapai orbit pada percobaan pertama menunjukkan bahwa Starship mulai memasuki tahap baru setelah sebelumnya berada dalam fase pengujian dan pengembangan.
Keberhasilan tersebut juga berkaitan dengan rencana penggunaan Starship dalam misi luar angkasa berskala besar, termasuk membawa muatan menuju Bulan dan mendukung rencana eksplorasi manusia ke Bulan.
Starship memiliki tinggi lebih dari 120 meter ketika berdiri di atas landasan. Sistem tersebut terdiri dari wahana Starship sebagai tahap atas dan roket pendorong Super Heavy sebagai tahap pertama.
Dalam penerbangan terbaru, Super Heavy berhasil terpisah dari Starship setelah menjalankan tugasnya. Pendorong kemudian diarahkan kembali menuju wilayah pendaratan di lepas pantai Teluk Meksiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!