Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 18:34 WIB | Oleh:
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi Doc: Istimewa
Ket. Pos Indonesia memang sempat mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban pembayaran imbal hasil sukuk senilai sekitar 24,11 miliar rupiah pada Juli 2026.

JAKARTA — Kabar mengenai kondisi keuangan PT Pos Indonesia (Persero) kembali menjadi sorotan setelah akun X @profesor_saham baru-baru ini mengunggah informasi mengenai persoalan pembayaran sukuk perusahaan pelat merah tersebut.

Dalam unggahannya, akun tersebut menulis:

“Pos Indonesia fails to pay sukuk worth Rp 24 billion 

Pos Indonesia requests restructuring in seneral meeting of shareholders ."

Atau "Pos Indonesia gagal membayar sukuk senilai  24 miliar rupiah. Pos Indonesia meminta restrukturisasi dalam rapat umum pemegang saham".

Di balik unggahan singkat tersebut, terdapat persoalan keuangan yang jauh lebih besar.

Pos Indonesia memang sempat mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban pembayaran imbal hasil sukuk senilai sekitar 24,11 miliar rupiah pada Juli 2026.

Yang membuat persoalan ini menjadi perhatian bukan semata nominalnya. Perusahaan akhirnya harus membawa persoalan tersebut ke meja pemegang sukuk untuk mendapatkan persetujuan restrukturisasi.

Pembayaran yang tertunda

Kewajiban yang menjadi sorotan adalah pembayaran imbal jasa keenam Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A, B dan C. Pembayaran seharusnya dilakukan pada 7 Juli 2026, dengan nilai sekitar 24,11875 miliar rupiah.

Namun ketika tanggal pembayaran tiba, Pos Indonesia tidak memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Dalam keterbukaan informasinya, perusahaan menjelaskan persoalan itu secara sederhana: kondisi kas tidak memungkinkan pembayaran dilakukan sesuai jadwal.

Pos Indonesia kemudian mengajukan penundaan pembayaran kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI.

Situasi tersebut segera menarik perhatian pasar karena menyangkut kemampuan salah satu BUMN tertua di Indonesia dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.