Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bundesliga Pertahankan 50+1, Investor Tak Bisa Kuasai Klub Jerman

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh:
Bundesliga Pertahankan 50+1, Investor Tak Bisa Kuasai Klub Jerman Doc: Bundesliga
Ket. Ilustrasi suasana pertandingan Bundesliga.

BERLIN — Sepak bola Jerman kembali mendapatkan kepastian hukum untuk mempertahankan salah satu identitas utamanya. Otoritas persaingan usaha Jerman, Bundeskartellamt, menyatakan aturan 50+1 yang membatasi kendali investor atas klub-klub Bundesliga dan 2. Bundesliga masih sesuai dengan hukum antimonopoli yang berlaku.

Keputusan tersebut menjadi kabar penting bagi German Football League (DFL) yang selama ini berupaya memastikan regulasi tersebut tetap memiliki pijakan hukum kuat di tengah perubahan industri sepak bola Eropa.

Aturan 50+1 telah diterapkan selama lebih dari 25 tahun. Prinsip dasarnya sederhana: klub harus mempertahankan sedikitnya 50 persen plus satu hak suara. Dengan demikian, anggota klub tetap memegang kendali mayoritas dan investor tidak dapat begitu saja mengambil alih keputusan klub.

Sistem ini membuat Bundesliga berbeda dari sejumlah kompetisi elite Eropa, terutama di Inggris, Spanyol, Italia, dan Prancis, yang lebih terbuka terhadap kepemilikan klub oleh investor maupun kelompok bisnis.

Presiden Bundeskartellamt, Andreas Mundt, menilai aturan tersebut masih dapat dipertahankan karena memiliki tujuan yang sah.

"Aturan 50+1 dapat terus dibenarkan untuk mempertahankan karakter olahraga yang berbasis klub dan memastikan partisipasi anggota," ujar Mundt.

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. Menurut Mundt, aturan tersebut harus diterapkan secara konsisten serta tidak boleh menciptakan perlakuan berbeda tanpa alasan yang dapat dibenarkan.

Klub juga harus menjamin akses terhadap keanggotaan dan partisipasi sesuai prinsip 50+1. Artinya, perlindungan terhadap karakter klub tidak cukup hanya tercantum dalam regulasi, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam praktik.

Meski dikenal ketat, aturan 50+1 bukan sistem yang sepenuhnya menutup pintu bagi investor.

Bayer Leverkusen dan VfL Wolfsburg merupakan dua contoh klub yang memiliki pengecualian berdasarkan hubungan historis dengan perusahaan pendukungnya. Sementara itu, RB Leipzig juga memiliki struktur kepemilikan berbeda karena keterkaitannya dengan Red Bull.

Aturan saat ini juga memungkinkan investor yang menjadi penyandang dana terbesar klub selama sedikitnya 20 tahun berturut-turut untuk mengajukan pengecualian.

Kasus Hannover 96 menjadi salah satu contoh paling menonjol. Pada 2018, investor utama sekaligus presiden klub, Martin Kind, mengajukan permohonan pengecualian. Namun, permintaan tersebut ditolak.

Bagi para pendukung 50+1, mekanisme tersebut penting untuk menjaga Bundesliga dari dominasi modal pribadi. Suporter tetap memiliki suara dalam menentukan arah klub, sementara identitas historis dan hubungan klub dengan komunitas lokal diharapkan tetap terjaga.

Sebaliknya, para pengkritik menilai pembatasan investasi membuat klub-klub Jerman kehilangan potensi pemasukan besar. Mereka khawatir Bundesliga semakin tertinggal dari liga-liga elite Eropa yang mampu menarik modal internasional dalam jumlah besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Semburan asap di Pasar Baru

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.