Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Produksi Bibit Tanaman Secara Mandiri

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 19:15 WIB | Oleh:

Proses pembibitan dimulai dari menyiapkan media tanam, seperti tanah, kompos dan pupuk kandang. Setelah itu, bibit hasil stek ditanam ke dalam polybag dan menjalani proses perawatan.

Jika terdapat hama, tanaman terlebih dahulu mendapatkan penanganan agar pertumbuhannya tetap sehat. Setelah akar mulai tumbuh dan tanaman dinilai cukup kuat, bibit dapat diberikan kepada pemohon.

“Dari nol kita bibitkan. Kita menyetek bibit yang tersedia, kemudian polibeg dan media tanam disiapkan. Setelah akar keluar dan tanaman sehat baru bisa didistribusikan,” kata dia.

Secara ideal, bibit membutuhkan waktu hingga sekitar tiga minggu sebelum diberikan kepada pemohon. Namun, dalam praktiknya tanaman sering kali sudah diambil setelah sekitar satu minggu ketika kondisinya telah dinilai siap.

Hal itu membuat pelayanan UPT Pembibitan tidak hanya berperan dalam menyediakan tanaman untuk kebutuhan internal Pemkot Bandung, tetapi juga mendukung penghijauan di tingkat kewilayahan.

Selain tanaman hias yang umum digunakan untuk mempercantik taman, UPT Pembibitan juga menyediakan sejumlah jenis tanaman yang dianggap sesuai dengan karakter lanskap Kota Bandung. Beberapa di antaranya digunakan sebagai penghias ruas jalan dan kawasan publik, termasuk tanaman yang identik dengan Kota Bandung seperti patrakomala.

“Jenis tanamannya biasanya disesuaikan dengan nama jalan atau konsepnya. Ada Soka, kemudian tanaman khas Kota Bandung seperti Patrakomala,” ungkap Dian.

Bagi lembaga kewilayahan yang ingin memperoleh tanaman, prosedurnya relatif sederhana selama persyaratan administrasi telah dipenuhi. Pemohon dapat mengajukan surat secara daring maupun fisik, kemudian tanaman diberikan sesuai ketersediaan.

Dian mengatakan, layanan tersebut merupakan bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan tidak dikenakan biaya.

“Gratis, karena ini pemerintah. Pegawainya juga dibayar pemerintah,” tutur dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Italia Usul Tambah Pajak Ba...
Luar Negeri
Iran Siapkan Undang-undang ...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.