Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Produksi Bibit Tanaman Secara Mandiri

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 19:15 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Produksi Bibit Tanaman Secara Mandiri Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menjaga keberadaan ruang terbuka hijau dan mempercantik lingkungan kota melalui produksi bibit tanaman hias secara mandiri.Upaya tersebut dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Tanaman di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung.

UPT ini memiliki tugas memperbanyak bibit tanaman hias untuk memenuhi kebutuhan taman kota median jalan hingga permohonan dari sejumlah lembaga di kewilayahan.

Plh Kepala UPT Pembibitan Tanaman Kota Bandung, Dian Garnadi, mengatakan produksi bibit menjadi salah satu upaya untuk memastikan kebutuhan tanaman hias di berbagai ruang publik tetap tersedia.

“UPT Pembibitan ini tugasnya memperbanyak bibit-bibit tanaman hias. Nantinya ditanam di median jalan, trotoar, taman dan ada juga yang diberikan kepada pemohon di wilayah seperti kelurahan dan kecamatan,” kata Dian di UPT Pembibitan Tanaman Kota Bandung, Rabu (12/8).

Menurut dia, kebutuhan untuk taman-taman milik Pemkot Bandung menjadi prioritas. Sedangkan masyarakat atau lembaga yang ingin mendapatkan tanaman dapat mengajukan permohonan sesuai prosedur yang berlaku dan berdasarkan ketersediaan stok.

“Utamanya kita melayani bidang taman untuk memperbaiki taman-taman kita dulu. Kalau ada pemohon kita berikan sesuai dengan tanaman yang tersedia di sini,” ujar dia.

Tanaman yang diberikan kepada pemohon juga tidak dipungut biaya. Namun, saat ini layanan tersebut lebih diperuntukkan bagi lembaga di tingkat kewilayahan, seperti kelurahan kecamatan maupun Lembaga kewilayahan lainnya.

Setiap permohonan harus disertai surat resmi. Pengeluaran tanaman kemudian dicatat melalui berita acara serah terima sebagai bagian dari administrasi dan pengawasan stok.

Menariknya, proses pembibitan di UPT tersebut dilakukan dengan sistem perbanyakan tanaman secara mandiri. Ketika stok tanaman mulai berkurang, petugas tidak serta-merta membeli bibit baru melainkan mengambil bagian tanaman yang sudah tumbuh di sejumlah taman kota untuk kemudian diperbanyak kembali.

Dian menjelaskan, metode yang digunakan salah satunya adalah stek. Tanaman yang sudah cukup tinggi di taman kota maupun kawasan jalan dipilih untuk diambil bagian yang dapat dikembangkan menjadi bibit baru.

“Untuk produksi dan reproduksi kita menyetek. Bibitnya kita ambil dari taman-taman kota, seperti Taman Maluku, Taman Pramuka, pinggir jalan atau trotoar. Tanaman yang sudah tinggi kita stek lagi kemudian dibibitkan di sini,” tutur dia.

Dengan pola tersebut, siklus produksi tanaman dapat terus berjalan. Bibit yang dihasilkan kemudian dipelihara hingga siap ditanam atau didistribusikan.

Namun, Dian mengaku kondisi cuaca dapat memengaruhi ketersediaan tanaman. Pada periode kemarau panjang beberapa tahun lalu, misalnya, petugas harus mencari sumber tanaman hingga luar daerah karena sebagian tanaman di Kota Bandung mengalami kekeringan.

“Waktu kemarau panjang dua atau tiga tahun lalu, kita sampai mencari ke Ciwidey dan Subang karena kekeringannya ekstrem,” ungkap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
IQAir: Kualitas Udara Jakar...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.