Kembali Setelah Delapan Tahun, RUCI Art Wall Soroti Wajah Baru Seni Indonesia
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 11:25 WIB | Oleh: Haryo BronoSementara itu, Labaika Adkha Maharani menghadirkan karya patung resin berjudul Belajar dari Yang Kecil. Karya tersebut menampilkan figur yang mengulurkan kedua tangannya seolah menawarkan sesuatu yang tidak terlihat.
Yang ditawarkan bukan benda, melainkan pengalaman-pengalaman sederhana yang perlahan dapat hilang ketika seseorang beranjak dewasa. Melalui gestur yang sederhana, karya tersebut mengajak pengunjung untuk kembali memperhatikan hal-hal kecil yang kerap dianggap sepele, tetapi turut membentuk cara seseorang memahami kehidupan.
21 Perspektif dalam Satu Ruang
RAW Vol. 2 tidak disusun berdasarkan satu tema tunggal yang harus diikuti seluruh seniman. Sebaliknya, pameran ini memberikan ruang bagi beragam perspektif dan pengalaman personal untuk hadir secara berdampingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ke-21 seniman yang berpartisipasi dalam RAW Vol. 2 adalah Alfan Manthovani, Anady Aria, Anzi Matta, Bismar Siagian, Elfa Zulham, Jerojerrr, Fitra Rahardjo, Gusti Kade, Iqbal Dwi Priatna, Jaz Abraham Pratama, Labaika Adkha Maharani, Lowpop, M. Rizky Aditya, Raymond Gandayuwana, R. Dewa, Rosa Guerinoni, MivetBoi, Shavira Mada, Suwandi Waeng, Svkmatra, dan Trio Muharam.
Keberagaman tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan RAW Vol. 2. Alih-alih menghadirkan satu narasi besar, pameran memberikan kesempatan kepada masing-masing seniman untuk berbicara melalui pengalaman, medium, dan bahasa visual mereka sendiri.
Bagi RUCI Art Space, proses open submission juga menjadi salah satu cara untuk memperluas akses seniman terhadap ruang pamer yang mungkin belum mereka dapatkan sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jumlah proposal yang kami terima menunjukkan bahwa begitu banyak seniman memiliki karya dan gagasan yang ingin mereka sampaikan, tetapi belum tentu memiliki ruang untuk memperlihatkannya. Kami berharap semakin banyak galeri dan institusi seni yang membuka program seperti ini, sehingga semakin banyak pula pintu yang tersedia bagi seniman untuk memulai,” kata Neysa Soediro, Marketing Director RUCI Art Space.
Program tersebut, menurut RUCI, bukan semata-mata upaya untuk menemukan nama-nama baru dalam dunia seni rupa. RAW juga ditempatkan sebagai titik awal bagi seniman untuk mempertemukan karya dengan publik, membangun percakapan, dan mengembangkan perjalanan praktik mereka.
Ruang Tumbuh bagi Seniman
Didirikan pada 2014, RUCI Art Space mengawali perjalanannya melalui sebuah pameran yang digelar di ruang restoran yang telah ditinggalkan. Lebih dari satu dekade kemudian, RUCI berkembang menjadi ruang seni kontemporer di Jakarta Selatan dengan area pameran sekitar 200 meter persegi.
Nama RUCI merefleksikan fleksibilitas serta gagasan mengenai sumber cahaya, rasa, dan kenikmatan. Semangat tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan RUCI dalam mempertemukan seni rupa dengan ekosistem kreatif yang lebih luas.
Selama lebih dari satu dekade, RUCI telah bekerja sama dengan seniman emerging maupun established dari Indonesia dan mancanegara. Kolaborasi tersebut berlangsung melalui pameran, partisipasi dalam art fair internasional, hingga kerja sama lintas disiplin dengan institusi, merek, ruang publik, dan kolektor privat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!