Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Kejar Penjual Obat Terlarang Berkedok Toko Kosmetik di Jaktim

📅 Senin, 20 Apr 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Polisi Kejar Penjual Obat Terlarang Berkedok Toko Kosmetik di Jaktim Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Penggerebekan toko kosmetik yang diduga menjual obat-obatan terlarang di kawasan Jalan Raya Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (17/4).

JAKARTA -- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur memburu pelaku utama penjualan obat-obatan terlarang yang beroperasi dengan kedok toko kosmetik di kawasan Jalan Raya Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).

"Saat ini, masih dilakukan pengejaran terhadap pelaku utamanya dari toko tersebut," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur Kompol Dedi Herdiana saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Pengejaran itu dilakukan setelah polisi menggerebek lokasi tersebut dan menemukan indikasi kuat adanya praktik peredaran obat keras tanpa izin.

Dedi menjelaskan saat penggerebekan berlangsung, pelaku utama yang diduga sebagai penjual tidak berada di lokasi.

Meski demikian, petugas berhasil mengamankan dua orang pembeli yang tengah berada di dalam toko tersebut.

"Iya, yang berhasil diamankan dua pembeli, sementara penjual tidak ada di lokasi saat penggerebekan," jelas Dedi.

Menurut dia, penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas di toko kosmetik tersebut.

Dari luar, toko terlihat seperti usaha pada umumnya, namun ternyata diduga menjadi tempat transaksi obat keras secara ilegal.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penjualan obat terlarang.

Namun, hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jenis obat yang disita serta jumlah barang bukti secara keseluruhan.

"Lengkapnya nanti, setelah semuanya terungkap. Saat ini, masih dilakukan pengejaran terhadap pelaku utama," ucap Dedi.

Dua pembeli yang diamankan itu kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi mendalami peran keduanya, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam jaringan yang lebih luas, serta menelusuri asal-usul obat yang diperoleh dari toko tersebut.

Pihak kepolisian pun menduga praktik penjualan obat keras itu sudah berlangsung cukup lama dengan modus menyamarkan aktivitas ilegal di balik usaha kosmetik.

Modus tersebut dinilai kerap digunakan untuk menghindari kecurigaan aparat maupun masyarakat sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Distribusi BBM di Lumajang ...
Daerah
Perkuat Stok Pangan, Perum ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.